Tak Sanggup Beli Beras,Janda Anak Veteran Ini Makan Ubi

0
384

Kab Agam-ZonadinamikaNews.com.Anak Veteran di Lubuk Basung, Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat ini Konsumsi Ubi Untuk Bertahan Menyabung Hidup, ada pepatah bilang ibarat Sudah jatuh tertimpa tangga pula, barangkali kalimat ini yang tepat untuk menggambarkan kehidupan Afrianti (60) seorang janda di Jorong IV Surabayo, Kecamatan Lubuk Basung,

Angin kencang Senin (2/3 /2020) lalu membuat atap rumah semi permanen miliknya copot. Bahkan, sudah hampir dua bulan ia dan keluarganya mengosumsi ubi kayu untuk bertahan hidup.

Tim awak media ini bersama tim Lsm Garuda Nasional menyambangi kediaman Afrianti yang tak jauh dari Kota Lubuk Basung. Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat pada hari Rabu 4/3 / 2020 Di lokasi tersebut” tampak sebuah rumah semi permanen dengan dinding papan dan sebagiannya lagi dilapisi dinding seng bekas. Sementara atap rumahnya terngaga seukuran dua atap seng.

“Atap rumah ini, hari Senin lalu copot gara-gara angin kencang. Kalau hujan, air langsung masuk ke rumah,”

Sementara itu penuturan Afrianti,kepada awak media ini sejak ditinggalkan suami, ia hanya bertiga tinggal di rumah tersebut. Dikatakan ia tinggal bersama anak perempuannya yang juga berstatus janda dengan seorang balita berumur 18 bulan.

Saya Afrianti merupakan seorang anak dari pejuang 45, Jamaan Isa. Dikatakan, sejak ibunya meninggal ia sama sekali tidak tahu mengenai uang jasa veteran.

“Iya Ayah sudah lama meninggal dan ibu juga sudah meninggal,” tuturnya.

Untuk mata pencarian, Afrianti mengaku sama sekali tidak bekerja lantaran tidak ada uang sepeser pun. Dulu, lanjut Afrianti ia bekerja sebagai pengasuh anak balita. Namun, lantaran anak-anak tersebut sudah berusia sekolah, tak ada lagi anak yang ia asuh.

Baca Juga :  Sosialisasi Program Jamkesnas Serta Program Kecelakaan di Kodim 0807

“Dulu, ada anak asuh, namun sekarang mereka sudah masuk PAUD. Dulu biaya hidup didapat dari uang jasa penitipan anak,” kenang Afrianti.

Pada saat masih ada anak asuh, Afrianti mengaku memenuhi kebutuhan dari pemberian orang tua anak asuh. Ada yang membantu makanan ada yang membantu berupa barang.

“Biasanya pagi-pagi, orang tua anak asuh bawa lontong, itu yang kami makan. Ini kain spanduk untuk lonteng diberi orang tua anak asuh juga,”

Untuk kebutuhan perut, Afrianti menyebut sudah hampir dua bulan mengonsumsi ubi rebus. Bahkan, cucunya yang masih balita juga mengonsumsi ubi rebus.

“Mau bagaimana lagi kami tidak ada uang untuk membeli beras. Mujur ada ubi kayu di samping rumah, itu yang kami makan selama dua bulan terakhir ini,” akunya.

Sejak pulang dari rantau 10 tahun lalu, Afrianti mengaku kehidupannya sudah terbilang susah. Dikatakannya, sampai saat ini ia sama sekali belum mendapat bantuan dari pemerintah.

“Pernah mencoba minta bantuan, cuman responnya begini, apa tidak malu minta bantuan, akhirnya saya urungi niat,”

Ditambahkan lagi ” barusan ada yang mebelikan beras dan ngasih uang sebesar Rp 50,000 ( lima puluh ribu rupiah) kalau tak ada yang kasih beras kamipun tak bisa makan” tuturnya Afrianti sambil mengeluarkan setetes air mata kepada awak media ini, tanggal 4/2 /2020

Sementara itu seketaris daerah ( SEKDA) kabupaten Agam Dikonfirmasi melaluai WhsApp men jawaban, Saya pastikan informasi ini tidak benar, Kalau ada masyrakat kabupaten Agam kosumsi ubi selama dua bulan,

Reporter ( Zaherman )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here