Pihak SD NEGERI 252/VI Lantak Seribu Merangin, Diduga Korupsi Dana BOS.

0
1503

Merangin-ZonadinamikaNews.com. ” Buku cukup atau tidak cukup itu urusan saya di sekolah ” Jawab Amin Asri kepsek SD Negeri 252/VI Lantak Seribu Kabupaten Merangin Provinsi Jambi lewat telepon pada wartawan media ini menjawab pertanyaan soal temuan wartawan terhadap siswa yang sedang memfoto copy buka paket pelajaran di sebuah toko foto copy.siswa mengaku tidak boleh bawa buku paket pulang, dan harus di foto copy.

Pernyataan gaya arogan sang kepsek ini menjadi tanda tanya, bahkan untuk menghindari komunikasi wartawan terhadap dirinya, bapak yang tidak memberikan contoh yang baik ini langsung memblokir no whatsApp wartawan.

Melihat fenomena tersebut timbul pertanyaan kemana dana BOS 20% untuk pembelian buku tersebut? Kemendikbud menyatakan penyediaan buku sudah disiapkan dengan mekanisme pendanaan dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS).Dalam Undang-Undang Sistem Perbukuan (UU Sisbuk) Nomor 3 Tahun 2017.menegaskan, Bila sekolah menyulitkan siswa untuk memiliki buku pelajaran tertentu maka, sekolah tersebut melanggar UU Sisbuk, Permendikbud, serta juknis BOS,”.

Bila pihak sekolah melanggar, berdasarkan Permendikbud Nomor 8 tahun 2016 (tentang Buku yang Digunakan oleh Satuan Pendidikan), bisa ada penurunan akreditasi, penangguhan bantuan pendidikan, sampai rekomendasi terberat.

Kemendikbud telah menyediakan buku K13 untuk kelas I sampai dengan kelas XII. buku tersebut diberikan secara gratis kepada siswa. Adapun pengadaannya melalui dana BOS di masing-masing sekolah. Artinya pembelian buku melalui dana BOS berlaku untuk sekolah negeri maupun swasta yang menerima dana BOS.

Patut diduga 20 % dana BOS yang di kelola SD NEGERI 252/VI Lantak Seribu Merangin ini dicurigai ada yang tidak beres atau laporan Fiktif terhadap laporan BOS.menurut data yang di miliki media ini, pada tahun 2019 triwulan dua melaporkan untuk pengelolaan perpustakaan sebanyak Rp.32.165.000 dan untuk pembelian buku teks K.13 sebanyak 1.121 eksemplar buku dengan total biaya Rp.31.165.000.

Baca Juga :
Penyaluran BST di Kota Tangerang Menyimpang

Pertanyaan, kemana buku tersebut, dan kenapa murid harus dipaksa memfoto copy buku paket dengan alasan tidak ada buku.Oleh sebab itu pihak sekolah diduga melaporkan dana BOS dengan cara fiktif atau rekayasa biaya yang diduga kerja sama dengan penerbit dalam pembuatan kwitansi.

Untuk diketahui, SD NEGERI 252/VI Lantak Seribu Merangin mendapatkan kucuran dana BOS tahun 2019 triwulan satu Rp.32.160.000, triwulan dua Rp.64.320.000, triwulan tiga Rp.32.160.000, triwulan empat Rp.23.840.000.

Dalam penyerepanya yang diduga terjadi mark up pada Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa Rp.10.417.000, Rp.1.800.000, Rp.2.500.000, Rp.2.100.000.Kegiatan evaluasi pembelajaran Rp.2.775.000, Rp.5.915.000, Rp.2.020.000 Rp.3.030.000.Pengelolaan sekolah Rp.4.968.000, Rp.7.720.000, Rp.4.880.000, Rp.8.000.000.

Pengembangan profesi guru dan tenaga pendidikan, serta pengembangan manajemen sekolah Rp.4.350.000, Rp.4.410.000, Rp.4.410.000, Rp.4.410.000.Langganan daya dan jasa Rp.1.500.000, Rp.4.700.000, Tp.1.500.000, Rp.1.500.000.Pembayaran honor
Rp.6.900.000, Rp.4.800.000, Rp.4.800.000, Ro.4.800.000.Pembelian/perawatan alat multi media pembelajaran Rp.9.200.000. (Yzd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here