Pendidik di SD 060904 Polonia Medan Bunuh Niat Belajar Siswa/i Tanpa Buku Paket.

0
388

Medan-ZonadinamikaNews.com. Jhon Girsang dari NGO TOPAN AD DPW Sumut menyayangkan pihak sekolah SD 060904 Polonia Medan yang membiarkan siswa-siswinya masih ada yang belajar tanpa memakai buku paket, tindakan pihak sekolah ini sama saja membunuh kemauan anak untuk belajar demi masa depan bangsa negara.

Jhon Girang menegaskan, Kemendikbud dengan tegas menyatakan penyediaan buku sudah disiapkan dengan mekanisme pendanaan dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS).Dalam Undang-Undang Sistem Perbukuan (UU Sisbuk) Nomor 3 Tahun 2017.dan Bila sekolah menyulitkan siswa untuk memiliki buku pelajaran tertentu maka, sekolah tersebut melanggar UU Sisbuk, Permendikbud, serta juknis BOS,”.

Bila tidak, pihak sekolah bisa pelanggaran berdasarkan Permendikbud Nomor 8 tahun 2016 (tentang Buku yang Digunakan oleh Satuan Pendidikan), bisa ada penurunan akreditasi, penangguhan bantuan pendidikan, sampai rekomendasi terberat.

Menurut Kemendikbud telah menyediakan buku K13 untuk kelas I sampai dengan kelas XII. buku tersebut diberikan secara gratis kepada siswa. Adapun pengadaannya melalui dana BOS di masing-masing sekolah. Artinya pembelian buku melalui dana BOS berlaku untuk sekolah negeri maupun swasta yang menerima dana BOS. Teranga ketua Tim Investigasi NGO TOPAN AD Sumut ini.

Dikatakan, menurut data yang dimiliki pihaknya, pada tahun 2019 pihak SD 060904 Polonia Medan membelanjakan buku K3 sekitar 158 eksemplar dengan harga Rp.26.240.000 dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), namun fakta yang kita liat, anak-anak masih ada yang belajar tanpa menggunakan buku paket, pertanyaanya kemana buku tersebut? apakah hanya harga yang dikeluarkan hanya retorika tanpa ada fisik buku sehingga mengorbankan anak bangsa? Jelas ini ada indikasi korupsi dana BOS oleh kepala sekolah demi mengisi pundi-pundinya.

Pemerintah pusat telah mengalokasikan dana Bos 20% pada triwulan dua khusus untuk pembelian buku agar tercukupi satu siswa satu buku. Dan jika ada yang hilang dan yg rusak wajib di ganti namun oknum kepala sekolah SD di kecamatan polonia maimun SD 060904 diduga mengkangkangi peraturan menteri tersebut.dan adanya pembiaran dari kepala dinas pendidikan kota Medan.

Baca Juga :  Aroma Kongkalikong dan Korupsi Dalam Proyek Fiber Optik Diskominfo Kota Medan.

Indikasi korupsi berjemaah dalam alokasi dana BOS ini seakan tidak bisa disangkal, sebab selalu ngumpetnya kepala dinas pendidikan membuat tim kami sulit di temui. Sama halnya dengan korcam Medan polonia dikonfirmasi via whastapp yang bersangkutan hanya membaca tanpa memberikan jawaban. sifat cuek juga diperankan oleh kepsek, saat di konfirmasi via pesan singkat tidak memberikan jawaban.

Jhon Girsang meminta agar penegak hukum tidak diam demi untuk menyelamatkan anak bangsa dan biarka anak bangsa ini dibunuh niat belajarnya oleh oknum pendidik dengan cara tidak memberikan buku paket untuk belajar.

Yang perlu juga dipertanyakan, apa yang dikerjakan oleh dinas dalam anggaran perjalanan dinas? Apa yang di awasi dan dipantau? Jangan-jangan uang perjalanan dinas juga ikut di rampok oleh oknum dinas pendidikan medan ini? Tanya Jhon Girsang. (JGG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here