NGO TOPAN AD Minta Penegak Hukum Usut Dugaan Mark Up Dana BOS SMAN 1 Sipoholon

0
285

Tarutung-ZonadinamikaNews.com.Ketua NGO TOPAN AD Sumut Wilman Siallagan meminta penegak hukum diperlukan untuk melakukan penyedilikan terhadap alokasi dana Bantuan Operasi Sekolah SMAN 1Sipoholon, pasalnya indikasi terjadinya dugaan mark up terhadap penyerapan dana pendidikan di bawah komando Eduward Lumbanbatu terindikasi kuat terjadi penggelembungan angka yang berpotensi merugikan keuangan negara.

“Memang kita sudah mendengar informasi tersebut, dan kita berencana melaporkan dugaan mark up ini ke penegak hukum, biar penegak hukum yang menentukan atas dugaan mark up tersebut” tegas Wilman.

Ketertutupan kepala sekolah SMAN 1 Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara, terhadap klarifikasi media ini terkait tudingan terjadinya praktek Mark Up dana BOS semakin membuat dugaan itu makin jelas.

Kuasa pengelolaan dana bantuan operasional sekolah yang di serahkan pihak pemerintah pusat pada pihak sekolah, diduga keras jadi azas mamfaat dan membuat angka pengeluaran sesuka hatinya, dengan alasan, bahwa semua kegiatan atau alokasi dana BOS itu sudah hasil rekomendasi dan di Acc oleh dinas pendidikan provinsi setempat.

Dugaan alokasi dana BOS di kalangan dunia pendidikan juga menjadi sorotan menteri keuangan republik indonesia Sri Mulyani, beliau menilai hingga saat ini sejumlah pihak sekolah masih rawan melakukan dugaan praktek korupsi dana BOS dengan modus operandi penggelembungan angka, sehingga dirinya mengharapkan kontrol dan koreksi semua pihak pada dana anak generasi bangsa tersebut dan aparat hukum harus pro aktif memantau penyerapan dana BOS.

Kini tudigan penggelembungan angka peggunaan nada BOS mencuat dan dicurigai terjadi di SMAN 1 Sipoholon Tapauli Utara. Alokasi dana BOS tahun Ajaran 2019 pada Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler
Triwulan satu Rp.99.868.500, triwulan dua Rp.146.454.275, triwulan tiga Rp.87.823.450, triwulan empat Rp.37.004.320.Pengelolaan Sekolah
Triwulan satu Rp.40.376.675, triwulan dua Rp.22.719.125, triwulan tiga Rp.74.069.550, triwulan empat Rp.52.878.905.Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah triwulan satu Rp.42.300.000, triwulan dua Rp.41.938.500, triwulan tiga Rp.22.932.000, triwulan empat Rp.81.851.775.

Baca Juga :  DAU,DAK Aceh Timur Diduga Jadi Bancakan, dan Proyek Mubajir

Bahwa aroma dugaan penggelembungan anggaran dana BOS pada ketiga kegiatan tersebut sulit di bantah, pihak sekolah jangan mengaku tidak bermain di angka dalam alokasi dana BOS, dan hal perlu di sikapi semua pihak termasuk media selaku kontrol sosial, karena praduga tak bersalah di benarkan oleh hukum, usai di publikasikan, biarkan penegak hukum yang melakukan penyelidikan selanjutnya, kata sumber.

“Yang jelas kami sangat memcurigai angka-angka yang timbul dalam kegiatan pertriwulan, terus terang aja soal penggelembungan itu menurut saya sudah tidak asing lagi dalam setiap penyerapan dana BOS, bohong besar klo tidak di bengkakan, semoga dengan adanya publikasi media, pihak penegak hukum langsung tanggap dan melakukan penyelidikan” kata sumber yang meminta jatidirinya tersebut dirahasiakan.

Sangat disayangkan, Kepala sekolah SMAN 1 Sipoholon Eduward Lumbanbatu Tapanuli Utara ketika di minta klarifikasi soal dugaan mark up dalam penyerapan dana BOS via pesan singkat lewat aplikasi WhatsApp yang bersangkutan hanya sebatas membaca, karena ceklis dua telah bertanda warna biru, namun beliau tidak memberi jawaban. Tidak diketahui asalan kenapa tidak membalas, tapi yang pasti pesan klarifikasi yang dikirimkan pada dirinya selaku pemengang mandat, memerankan sifat cuek.(tim)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here