Kepsek SMKN4 Medan Arogan Diduga Dana BOS Mark Up.

0
465

Medan-ZonadinamikaNews.com.Gaya Arongansi yang di pertontonkan oleh kepala sekolah menengah Kejuruan negeri 4 medan, patut diduga karena ada rasa tidak nyaman bila kinerja atas penggunaan uang negara ada yang tidak beres. Dengan gaya premanisme yang perankan dalam melayani kontrol sosial, merasa dirinya yang paling hebat tanpa menyadari bahwa jabatan yang di sandangnya adalah merupakan amanah dan pelayan publik.

Peristiwa tidak menyenangkan ini dialami oleh Tim NGO TOPAN AD DPW Sumatera Utara saat melakukan klarifikasi terkait penggunaan dana BOS di sekolahnya.

Kehadiran tiem NGO TOPAN AD DPW Sumut seakan menjadi awal terungkapnya borok oknum kepsek, sehingga berusaha mempertontonkan sikap tidak terhormat layak seoarang pimpinan dalam dunia pendidikan. Pepatah mengatakan ” Berani karena benar, takut karena salah”. Maka bila oknum kepsek ini menjalankan tugasnya dengan benar, tanpa ada praktek korupsi, kenapa harus takut di kontrol?.

Ketua NGO TOPAN AD DPW SUMUT Wilman Siallagan saat bertemu diruang kerjanya, dengan gaya sok hebat, Kepala sekolah yang satu ini langsung ambil HO androit miliknya dan bergaya fotograper dan langsung memnotret ketua NGO TOPAN AD DPW SUMUT.

Sebelumnya pada pertemuan pertama pun kepsek tampak arogan dan memanggil dengan gaya yang kurang sopan dan mengatakan hanya satu orang yang masuk ruangan.dan Setelah sampainya di dalam ruangan kepala sejolah dan ketua NGO TOPAN AD DPW SUMUT Willman Siallagan dan kepala sekolah bernama Gustini Raya langsung cuap cuap dan meradu argumen.

Takut dikonfirmasi tentang penggunaan dana BOS pada kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa yang diduga di mark up. Dugaan yang sama juga pada kegiatan langganan daya dan jasa yang diduga asal jadi dan tidak ada perubahan, dari triwulan satu sampai empat, hal inilah yang membuat kepsek menghindar dan bersikap arogan.

Baca Juga :  Daulae: Jhon Herbet Simarmata Beri Keterangan Palsu Dihadapan Polisi dan Wartawan

Ketua NGO Topan Ad DPW SUMUT Wilman Siallagan minta aparat penegak hukum memanggil kepala sekolah SMKN 4 Medan terkait dugaan penyimpangan anggaran dana BOS 2019.pada kegiatan pengembangan perpustakaan. Kegiatan pembelajaran dan ekatrakurikuler dan kegiatan langganan daya dan jasa.

Wilman Siallagan menegaskan,” saya akan laporkan ke penegak hukum, biar kita uji di depan penyidik atau hukum, jangan sok bersih dan merasa hebat, tidak ada yang kebal hukum dan dunia ini” . (JhonGirsang)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here