Dugaan Kelebihan Bayar Proyek Aspal Kedung Bocok

0
534

Sidoarjo-ZonadinamikaNews.com.
Anggaran APBDes Kedung Bocok 2019, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo untuk pembangunan jalan aspal 2 paket kegiatan, dalam satu paket di dusun ngagel dengan senilai Rp127.589.000 dengan luasan 1239 atau panjang 413M dan lebar 3M tebal 3Cm.

Paket yang lainya ada di dusun lain dengan alokasi anggaran Rp 269.184.000 disertai rincian Luas 2811M² atau panjang 937M¹ dan lebar 3M tebal 3Cm.

Tumari Pj Kepala Desa Kedung Bocok yang sekaligus PA (Pengguna Anggaran) saat dikantornya, memberi informasi bahwa pembangunan jalan aspal direncanakan oleh Tukat Pendamping, dan untuk Rian TPK Kegiatan Kaur Kesra, dikuatkan dengan pemgakuan sekretaris desa saat mendampingi PJ kepala desa.

Lebih lanjut,” Untuk kegiatan ini alokasi biaya terserap secara keseluruhan dan pekerjaan juga telah selesai yang dikerjakan secara swakelola serta tidak ada masa pemeliharaan dari kegiatan ini,” terang Tumari.

Sementara awak media dan Tim menghadirkan Konsultan Independen Diperoleh fakta bahwa untuk mengerjakan Jalan Aspal ini setidaknya ada 4 (empat) item pekerjaan yang membutuhkan biaya antara lain :

1.Mobilisasi dan Demobilisasi kurang Lebih Rp.12.000.000.
2.Cor tack Coat Aspal Emultion.
3.Penghamparan Aspal 3Cm.
4.ongkos Pekerja (32,5%).

Dari Empat item Pekerjaan Ini estimasi biayanya untuk Cor Tack Coat Aspal Emultion adalah 1350 x 3 x 0.35 = 1417,5 liter x 13.000 = Rp 18.427.500

Hamparan aspal 3Cm dengan. Estimasi Biaya 1350 x 0,03 x 0,35=93,15 ton x Rp.1.300.000 = Rp121.095.000 , Upah pekerja Rp45.344.812 , PPn +Pph Rp 21.259.740 jadi total Estimasi Biaya untuk dua Paket penggaspalan ini adalah Rp 218.127.052 dan bila dialokasikan Anggaran 396.773.000 maka Masih ada Sisa Rp 178.645.948 jumlah inilah yang diduga jadi nilai mark Up pekerjaan pengaspalan di Desa Kedung Bocok.

Dari tenoat dan waktu berbeda, mantan Kades Kedung Bocok Moch. Ali Ridlo dikonfirmasi melalui selukarnya mengatakan,” bahwa pekerjaan itu sudah sesuai dan murah mungkin karena politik desa yang saat ini sedang memanas hingga ada pengaduan masyarakat.” tutup Ridlo.

Baca Juga :  Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Siswi Diduga Kerap Terjadi di SDN Cikampek?.

Terpisah Direktur Bidang Konstruksi LSM WAR ( Wadah Aspirasi Rakyat ) Ir.Hariyanto SH.MT angkat bicara,” Bila para Kades patuh dengan peraturan Bupati yang menetapkan harga dan bahan berstandart dalam pembangunan pemerintahan, lebih penting lagi niat awal dari pengguna anggaran, ada niat mencuri (korupsi) atau tidak, bila ada niatan untuk mencuri berbentuk Korupsi maka hal seperti itu telah layak untuk dilaporkan Pada Aparat penegak Hukum.” jelas mantan alumni ITS ini. (dr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here