BBWSC Akan LP-kan Kontraktor Bila Sipon Tidak Perbaiki.Warga Siap Class Action

0
345

Karawang-ZonadinamikaNews.com.Pasca Jebolnya kembali Sipon Cikarang Gelam yang berlokasi Di Dawaun Tengah Cikampek, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Citarum melalui Budi bagian Humas mengaku sudah melakukan pemanggilan pada pihak kontraktor dan duduk bersama dengan Satket dan PPK dan sudah membuat rencana kerja.

Proyek sipon yang masih dalam tahap pemeliharaan oleh PT.Basuki Rahmanta Putra selaku pelaksana proyek dari tahun 2018-2019 ini, hingga dalam kurun waktu dua minggu setelah ambruk belum ada tanda-tanda di perbaiki.

” Kita sudah rapatkan bersama kontraktor, satker dan PPK, rencana kerjapun sedang di buatkan, dan sipon pasti diperbaiki secepatnya, dan bila kontraktor tidak memperbaiki maka pihak kami (BBWSC-red) akan membuat laporan polisi (LP kan Kontraktor” tegas Budi di ujung telepon kamis 5 Maret 2020.

Sementara itu, Sejumlah warga Perum Bumi Mutiara Indah (BMI) lakukan Class Action bila pihak terkait tidak segerah melakukan penanganan, karena kondisi sipon makin kondisi memperihatinkan, dan jangan sampai jebol semua baru dilakukan perbaikan, bila jebol dulu tanggul Citarum Tidur tepat di atas sipon, ribuan hektar sawah kering dam industri bisa lumpuh, artinya akan berdampak pada perekonomian skala nasional, tegas sejumlah warga BMI.

Oleh karena itu, warga mendesak pemerintah segerah menangani sipon Cikarang Gelam yang ambruk, kondisi lubang tanggul yang jebol makin hari makin mengkhawatirkan, namun belum ada tanda-tanda akan di perbaiki kembali, dan sudah hampir mau dua minggu jebol tanpa ada yang memperhatikan, baik dari pihak kontraktor maupun dari pihak pemerintah.

Sipon Cikarang Gelam yang berada di bawah saluran tarum timur tepatnya di Desa Dawuan Tengah Kecamatan Cikampek Kabupaten Karawang ini, terlihat makin hari makin memprihatinkan, sisa membatas antara irigasi tarum timur dengan lubang yang jebol hanya tinggal 1 meter, dan sudah mulai posisi zona krisis, sehingga ditakutkan makin longsor.dan bila tidak dianggap penting maka warga siap lakukan Class Action dan melaporkan semua pihak pada yang berwajib.

Baca Juga :  DAU,DAK Aceh Timur Diduga Jadi Bancakan, dan Proyek Mubajir

Jawali Ketua BPD Desa Dawuan Tengah ketika di temui di lokasi sipon mengaku was-was lubang yang ada saat ini semakin besar atau makin parah, dan bila kontaktor atau pemerintah dalam hal ini Balai Besar Sungai Citarum (BBWSC) Jawa Barat tidak cepat bertindak, dikhawatirkan tanggul makin habis di kikis air.

” Proyek ini di kerjakan oleh PT.Basuku Rahmanta Putra (PT.BRP) seingat saya baru selesai dikerjakan bulan oktober tahun 2019 yang dikerjakan sejak tahun 2018 artinya pekerjaan hampir dua tahun, Dan sipon ini dikerjakan juga karena dulu jebol seperi saat ini, dan saat ini masih dalam tahap pemeliharaan, itu artinya masih tanggungjawab kontraktor, tapi kenapa hingga saat ini, pihak kontraktor belum memperbaikinya padahal kondisi ambruknya pekerjaan mereka ini sudah hampir satu minggu lebih” Terang Jawali 3/2.

Pihak BBWSC juga belum ambil tindakan,dan kenapa dilama-lamain? Saat ini masih musim penghujan, dan kami selalu stand by di lokasi sipon untuk mengangkut sampah, kami minta alat berat dari PT.Kujang dan solar desa yang bayar, jangan salahkan bila warga bertindak atas kekurang pedulian pemerintah dalam musibah ini, Ujarnya. Seraya mengatakan, bahwa dirinya menduga ada yang tidak beres dalam proyek ini, dan kemarin bagian tipikor polres Karawang sudah kami undang ke lokasi untuk melakukan kros cek, dan pihak Polres Karawang juga memesankan ke saya, agar saya siap memberikan keterangan bila di butuhkan, saya Jawab “Siap”.

Harapan yang sama juga di sampaikan oleh ketua RT.07 Blok C8 BMI II , Bapak Tohari, bapak tiga anak ini berharap agar pemerintah jangan terlalu lama berdiam diri dan segerah ambil tindakan, dan bila masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak kontraktor, pemerintah punya hak untuk mendesak kontraktor untuk memperbaikinya.

Baca Juga :  Satgas DD Respon Atas Dugaan Penyelewengan di Desa Lahei Mangkutup Kapuas.

“Kita masih trauma atas banjir yang terjadi kemarin, apalagi dari awal Januari 2020, banjir sudah empat kali, ditamba lagi sipon jebol lagi, ini bisa-bisa banjir makin parah lagi nanti, maka pihak BBWSC yang terhormat jangan biarkan kami tenggelam karena banjir, mohon perbaiki sipon yang jebol” harapnya.

Pihak PT. BRP, Fiktor Simajuntak dari pihak PT.Basuki Rahmat Putra yang diketahui sebagai pelaksana dilapangan belum memberikan tanggapan, bahkan beberapa kali di hubungin via telepon masih belum membuka blokir nomor wartawan. (B).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here