Proyek Dinas Perikanan Aceh Bak Proyek Siluman dan Rawan Korupsi

0
905

Aceh timur zonadinamika com
.Keterbukaan informasi terkait transparansi anggaran masih menjadi barang mahal. Hingga kini, masyarakat masih kesulitan mengakses dokumen anggaran yang notabene menjadi hak publik. Ketidaktahuan dan kesengajaan menjadi penyebabnya.

Hal itu membuat Ormas Laki (Laskar Anti Korupsi Indonesia)di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, menyoroti pekerjaan proyek pengerokan kuala IDI di wilayah Kecamatan IDI Rayeuk yang bersumber dari APBA tahun 2020,selain tidak di pasang plang (papan) nama, sehingga terkesan misterius.

Rawanya terjadinya penggelembungan biaya operasional dan pada biaya lainya, sudah proyek tersebut tidak mengacu pada proses pengadaan barang dan jasa.Proyek diduga akan menghabiskan uang rakyat hingga miliaran rupiah dan menjadi ajang korupsi oleh sejumlah oknum pejabat di dinas perikanan Aceh.

“Bagaimana warga ingin mengawasi pekerjaan ini kalau plang namanya saja tidak di pasang. Warga tidak tahu pagu anggarannya berapa dan sumber anggarannya dari mana, ini pembangunan masih dalam pengerjaan bangunan pengaman abrasi pantai di wilayah Kecamatan idi rayeuk,” kata Ketua Ormas LAKI DPC Aceh Timur Saiful Anwar.

Dikatakan, ada beberapa warga desa kampung baru dan warga teupin jareng memberi Informasi kepada ormas laki (Laskar anti korupsi indonesia)Kabupaten aceh timur, kamis 23/02/2020.

Ia mengatakan proyek pengerukan kuala IDI tidak transparan tanpa memberi informasi sumber anggaran juga pagu anggaran, diduga pihak rekanan atau pihak pengelola proyek ini sengaja untuk tidak memasang plang nama agar tidak ada orang yang tahu adanya pekerjaan proyek pengerokan abrasi pantai kuala IDI.

Menurutnya, hampir sebagian besar warga di wilayah ini pasti mengetahui adanya pekerjaan itu karena proyek tersebut berada dekat lantai TPI Kuala idi rayeuk.

Baca Juga :  Wow..! Honor Kamtibmas Desa SNB Benteng Disunat Sang Kades?

“Setiap kendaraan yang lewat di TPI idi ini pasti melihat adanya pekerjaan itu tetapi tanpa plang nama,” ujarnya pula.

Selain itu, katanya, pekerja proyek tersebut patut diragukan anggarannya diduga tidak sesuai dengan yang terealisasi di lapangan.

Ia mengatakan, pihak penyedia barang dan jasa pemerintah untuk pekerjaan proyek tersebut cuma menyediakan alat pengaman tongkang dan alat berat juga pekerja

Lebih lanjut, ia menyatakan, bahwa pekerjaan proyek pembangunan ini patut di pertanyakan kepada dinas perikanan dan kelautan tpi idi .

Wakil Ormas LAKI DPC Aceh Timur M.Fauzan mendatangi dinas perikanan dan kelautan yang berada berdekatan dengan proyek pengerokan kuala idi untuk mengklafikasi pagu anggaran ,sumber anggaran juga mekanisme proyek pengerokan kuala IDI. Dinas perikanan dan kelautan mengatakan proyek tersebut dikelola langsung oleh dinas perikanan dan kelautan dalam bentuk Swakelola yang dananya bersumber dari APBA dan langsung dari dinas perikanan dan kelautan Prov Aceh. juknis kerjanya dalam proyek pengerokan kuala IDI berapa anggaran yang habis akan dibayar setelah proyek tersebut selesai dengan cara kami dari pihak dinas mengajukan invoice kedinas perikanan dan kelautan prov.aceh. ungkap dinas TPI kuala idi aceh timur.

Hasil pantauan dilapangan lokasi pengerukan di temukan berupa alat berat seperti satu unit tongkang dan dua unit alat berat berupa beco yang sedang melakukan pengerukan.

Indikasi permainan kotor dalam proyek ini, seperti mark up biaya,atau manipulasi besaran yang dipergunakan, dan diduga proyek yang seharusnya di kerjakan oleh pihak ketiga ini, namun di siasati dengan alasan swakelolah.

Bila memperhatikan kondisi fisik pekerjaan dilapangan yang selayaknya di pihak ketigakan, patut diduga dalam laporan kegiatan guna melakukan pencairan biaya, patut diduga akan memakai atas nama perusahaan siluman atau hasil settingan oknum pejabat dinas perikanan.Simak berita berikutnya. (Tim)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here