Daulae Nainggolan Sebut Polda Kepri Hanya PHP, Kalah Pada Yang Berduit

0
1194

Batam-ZonadinamikaNews.com.Daulae menilai bahwa kinerja Polda Kepri inilah sungguh sangat memalukan korp kepolisian, mengurus persoalan yang membelit orang lain sangat gampang dan cepat menjeratnya, namun mengurus dapur sendiri kurang mampu, atau sudah pakai sistim tajam ke bawah tumpul ke atas? Atau polda kepri sudah tidak berkutik pada yang banyak duit seperti Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) Soehendro Gautama, SH.M.Hum, BPR Dana Nusantara dan Badan Pertanahan Nasional, juga sama anak buahnya Kompol Faisal Syahroni. SIK?.

Hal itu dipertanyaka oleh Daulae Nainggolan dalam menyikapi kinerja Polda Kepri terkait kasusnya dengan Kompol Faisal Syahroni.SIK Cs tidak serius menangani sehingga tak kunjung tuntas hingga bertahun-tahun.

Daulae Nainggolan mengakui, bahwa dirinya sudah berapa kali di panggil ke polda kepri dalam kasus ini, namun semua hanya Pemberi Harapan Palsu (PHP) saja, terakhir saya di panggil oleh sala seorang petinggi Polda Kepri, saat itu memang kami ngobrol santai dan beliau berjanji, bahwa kasus ini harus segerah selesai, dan beliau dengan tegas mengatakan di hadapan anak buahnya, bahwa dalam dua minggu setelah pertemuan itu, akan dilakukan pertemuan kembalu dengan para pihak yang terkait dalam kasus ini, saya tidak tahu jelas, apakah ini hanya ingin meredam saya, atau hanya pemberian harapan palsu (PHP) tidak tahu, yang jelas sudah berjalan tiga minggu lebih belum ada kabar lagi.

Bahkan saat saya jelaskan bahwa saya diancam akan di tembak mati bila tidak keluar dari rumah itu, sontak orang nomor tiga di polda kepri itu kanget, dan Dihadapan saya, beliau memesankan pada anak buahnya agar membuat surat panggilan kepada seluruh pihak-pihak yang terkait dalam kasus saya ini, terang Daulae Nainggolan di kediamanya pada media ini.

Baca Juga :  Tower BTS Bermunculan, Penegak Perda Sidoarjo Kehilangan Taring

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa Perjalanan panjang perseteruan antara Kompol Faisal Vs Daulae Nainggolan terkait klaim hak milik sebuah rumah yang berlokasi di Perumahan Taman Cipta Asri Blok I No.27 Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung Kota Batam Provinsi Kepulauan Kepri.

Kompol Faisal Syahroni.SIK mengklaim bahwa rumah tersebut sudah dibeli dari pihak BPR Dana Nusantara, namun oleh Daulae menyangkal bahwa proses pengalihan hak tersebut adalah sebuah relayasa yang dilakukan pihak BPR dan Oknum Notaris.

Disisi lain Daulae menantang Kompol Faisal Syahroni.SIK untuk mennjukkan hak kepemilikanya berupa dokumen pembelian, namun oleh Faisal tidak perna menunjukan. Dan kenapa Kapolda tidak berani memerintahkan Kompol Faisal Syahroni. SIK untuk menunjukan bukti-bukti dokumen kepemilikan? Apakah karena melindungi BPR dan karena uang? tanya Daulae.

Kapolda Kepri Irjen Pol. Andap Budhi Revianto, S.I.K. ketika di konfirmasi via pesan singkat WhatsApp terkait anak buahnya Kompol Faisal Syahroni.SIK Vs Daulae Nainggolan terkait kepemilikan rumahnya yang diklaim Faisal Syahroni sudah hak miliknya yang dibeli dari BPR Dana Nusantara.

Kapolda Kepri Irjen Pol. Andap Budhi Revianto, S.I.K. via pesan singkat mengatakan. “Sudah dirilis dengan resmi oleh Kabid Humas Pak” jawabnya singkat.

Ketika wartawan menemui humas polda kepri diruang kerjanya beberapa waktu lalu mengatakan.”sebenarnya masalah ini sudah selesai dan proses disidang,Daulae sendiri kenapa mengontrakkan rumah Faisal, dulu Daulae itu meminjam uang ke BPR dengan jaminan mobil, tidak bayar, jaminan rumah juga tidak bayar, jadi sudah tidak ada yang perlu dipersoalkan lagi” terangnya.

Menanggapi atas keterangan humas polda tersebut, Daulae menampik, bahwa yang disidangkan bukan soal laporan saya atas dugaan pemalsuan dan penipuan yang dilakukan oleh BPR dan notaris, laporan Sahlan yang menuduh saya melalukan penipuan atas kontrakan, ngaur itu humas polda kepri, kata Daulae.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi DD Kades Hurung Kampin Kapuas Makin Jelas

“Saya langsung telepon itu humas polda, dan malah saya di minta jangan membuat stegmen yang aneh-aneh, dan mengundang saya untuk ketemu di humas polda, tapi saya coba hubungin lagi nomor itu langsung tidak bisa saya hubungim, artinya berusaha menghindar itu humasnya” ujar Daulae.

Untuk diketahui, Persoalan yang dialami oleh Daulae Nainggolan Vs BPR Dana Nusantara di batam terkait munculnya Akte jual beli nomor:0322/2014 tertanggal 2 April 2014 yang dikeluarkan Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) Soehendro Gautama, SH.M.Hum yang berkantor di Batam Provinsi Kepualauan Riau, masih terus bergulir di publik.

Daulae Nainggolan menyebut bahwa pihak BPR Dana Nusantara adalah penipu ulung yang perlu di waspadai, dan perampok hak orang dengan cara sadis.

Dikatakan, Nama Daulae Nainggolan yang terterah salam dokumen yang disebut pihak pertama dan Faisal Syahroni.SIK adalah dokumen hasil kerja manusia bermental iblis dan perampok harta orang miskin. Daulae menuding, Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) Soehendro Gautama, SH.M.Hum adalah termasuk aktor dibalik penerbitan akte jual beli bodong tersebut.

“Saya tegaskan dengan setegas-tegasnya, saya tidak perna melakukan transaksi pembuatan dokumen dalam upaya penerbitan akte jual beli terhadap tanah dan rumah saya sesuai sertifikat SHGB no 1058 di Perumahan Taman Cipta Asri Blok I No.27 Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung Kota Batam Provinsi Kepulauan Kepri”.

Saya juga tidak perna melakukan penjualan rumah kepada siapapun termasuk Kompol Faisal Syahroni.SIK sesuai terterah dalam akte jual beli, saya tidak tahu setan apa yang merasuki otak mereka sehingga nekat mengambil harta saya secara tidak manusiawi.tegas Daulae.

“Atas perilaku Soehendro Gautama, SH.M.Hum sebagai notaris bermental iblis itu, ada puluhan tanda tangan notaris yang menyatakan, bahwa tindakan Soehendro Gautama, SH.M.Hum selalu notaris telah mencoreng nama baik notaris di batam. Air mata anak dan istri saya akan mengutuk kehidupan mereka sampai akhir hayat juga keturunan mereka, karena Tuhan itu tidak tidur.Dan saya akan terus melakukan perlawanan terhadap mereka yang telah menzalimi saya dan menghancurkan kehidupan keluarga saya.siapa-siapa yang terterah dalam akte jual beli tersebut, ingatlah selalu dan catat, bila tidak ada niat baik kalian untuk mengembalikan rumah saya, saya pun tidak akan membuat kalian tenang, saya akan selalu menuntut hak saya yang kalian kuasai secara tidak manusiawi” Ucap Daulae Naingģolan dengan tegas.

Baca Juga :  Pembangunan Ruang Belajar MTSN Tanjung Mutiara Asal-Aslan

Sebelumnya Daulae Nainggolan kepada Kompol Syahroni.SIK menegaskan, “Selama ini bapak selalu intimidasi saya, bahkan mengancam akan menembak saya, sampai saya bapak penjarakan, utang saya ke BPR Dana Nusantara sudah saya lunasi tahun 2013, kenapa tiba-tiba tahun 2016 bapak mengaku-ngaku bahwa rumah itu sudah menjadi milik bapak, saya tegaskan lagi, saya tidak perna menjual rumah saya sama bapak, sekarang buktikan saja mana dokumenya” Ucap Daulae.

Bukti pelunasan dari BPR nomor :2014/I/0036/SKL/ADMK/BPRDNKCPanbil yang di tandatangi oleh Merry selaku breack manager operasional, dan kenapa pihak BPR Dana Nusantara melelang rumah saya tanpa sepengetahuan saya? Tanya Daulae. (Tim)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here