Aneh….! Anggaran APBD Karawang Untuk Smart City Diburamkan?

0
376

Karawang-ZonadinamikaNews.com.Seiring perkembangan kehidupan manusia membuat kompleksitas permasalah pada suatu kota turut berkembang semakin cepat. Metode solusi secara konvensional telah dilakukan, tapi permasalahan berkembang pesat. Sehingga, pemerintah tidak dapat menyeimbangi antara penyelesaiaan masalah dan munculnya masalah di kalangan suatu kota.

Oleh sebab itu, perlu suatu teknologi informasi dan komunikasi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun, penggunaan teknologi bukanlah satu-satunya cara dalam menyelesaikan masalah. Akan tetapi dibutuhkan pendekatan yang optimal terhadap suatu masalah yang terjadi pada suatu kota.

Peraturan Menteri Kominfo Nomor 14 tahun 2016 tentang Pedoman Nomenklatur Perangkat Daerah Bidang Komunikasi dan Informatika, dimana salah satu fungsi organisasi perangkat daerah (OPD) di bidang komunikasi dan informatika adalah menyelenggarakan sistem informasi smart city.

Dinas Komunikasi dan informatika Pemkab Karawang anggaran 2019 melakukan belanja barang Bandwict melalui e-catalog, kecepatan data internet dan anehnya tidak bisa dipastikan besaran anggaran yang berasal dari APBD tersebut.

PT.Comtronics asal Bandung yang disebut-sebut sebagai penyedia jaringan atau yang melaksanakan penggelaran kabel fiber optik penghubung ke sejumlah kecamatan. Ade kepala bidang EGAB Dinas komunikasi dan Informatika ketika di temuin diruang kerjanya 28/10 mengakui bahwa pihaknya sejak bulan Oktober 2019 membangun jaringan fiber optik smart city dengan dana APBD dan baru 22 kecamatan dan 11 OPD, atau di 33 Lokasi yang tersebar di Karawang.

“Ya kita sudah membangun jaringan fiber optik smart city dari bulan oktober 2019 dan sudah selesai baru command center,Bappeda,BPKSDM,DPMPTSP,sekretariat Daerah (LPSE), ini tinggal di louncing dan untuk kematan-kecamatan sedang dalam perintisan” ujar Ade.

Ditanya soal sumber anggaran,Ade mengaku berasal dari APBD,namun tidak bisa dipastikan besaran anggaran yang akan di perlukan.Ditanya apakah dalam program tersebut ada proses tender, Ade mengatakan bahwa tidak ada proses karena hanya pembelian Bandwict.

BACA JUGA:  Pembangunan Dermaga Sungai Provsu Di Desa Sei Jawi-Jawi Di Tuding Sarat Korupsi.

“Kita tidak ada proses tender karena kita tidak mengurusi material,kita hanya membeli membayar Bandwict sesuai e-katalok, PT.comtronics yang menyediakan soal materialnya”.patut diduga ada upaya menutupi alias memburamkan akan program terkait penggunaan anggaran dengan tujuan tertentu demi azas mamfaat demi sesuatu.

Hasil pantauan media ini, pengelaran kabel fiber optik sudah berjalan sejak tahun 2019 hingga sampai saat ini dan diperkirakan dari ujung pengelaran kabel fiber optik sudah tersebar diseluruh kecamatan yang ada dikarawang, artinya ada perbedaan pengakuan dari pihak diskominfo Karawang dengan fakta dilapangan, bahwa pengelaran kabel fiber optip baru berjalan dari bulan oktober 2019.

Ketika wartawan media ini melakukan penelusuran terharap keberadaan PT.Comtrinics terkait perizinan yang dikantongi dalam melakukan penggalian tanah, masih simpang siur, karena didapat keterangan yang berbeda antara petugas diskominfo dengan petugas bagian umum PUPR.

Sementara itu, salah seorang LSM menyoroti hal ini, dan menganggap adanya dugaan proyek siluman,” Sudah seharusnya bila belanja melalui e-catalog bisa langsung digunakan, bukan beli baru dibuatkan jaringan, artinya azas manfaat dari pembelian yang dilakukan oleh Dinas Kominfo tidak maksimal dan tidak efisien, kenapa tidak membeli pada profider yang telah memiliki jaringan sehingga langsung bisa dimanfaatkan.(B2) bersambung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here