Metode Pendidikan Misionaris SVD Di Colegio Harus Bisa Diadopsi Di Belu

0
499

ATAMBUAH NTT-Zonadinamika.com, Kita boleh tinggal di tempat dan negara yang berbeda tapi kita adalah satu penduduk Timor ada yang di Timor bagian Timur yang kini adalah wilayah Negara Timor Leste dan ada yang di wilayah Timor Barat yang tetap merupakan bagian dari NKRI, namun kita tetap satu dalam Colegio Maliana. Demikian disampaikan Bupati Belu, Willybrodus Lay,SH saat memberikan arahan pada acara Reuni Alumni Colegio Maliana di pantai Sukaer Laran Sabtu (10/12/16)

“Diujung rotan ada emas tapi di colegio Maliana diujung kabel ada sukses, tanpa kabel yang diayunkan oleh direktur maka tidak mungkin semua alumni bisa hadir di tempat ini dengan penuh keceriaan. Cara mendidik misionaris SVD ini harus kembali dihidupkan sehingga bisa melahirkan kembali generasi-generasi yang tangguh dan berguna bagi bangsa dan negara”, tambah Bupati Willy yang telah didaulat menjadi salah seorang Pelingdung dalam struktur kepengurusan Ikatan Alumni Colegia Maliana masa bakti 2017-2019.

“Saat ini saya berada disini tapi pikiran saya terbawah kembali ke masa 25 tahun yang lalu yang adalah suatu masa yang sungguh indah sehingga hari ini bisa melihat para alumni dengan wajah yang berseri-seri. Hal ini tidak terlepas dari peran dan cinta yang ditaburkan oleh seorang misionaris SVD pater Pit Sallu, SVD bersama para pendidik lainnya untuk membangun Colegio Maliana”, lanjut Bupati Willy

Menurut Bupati Willy, Saat ini Banyak tamatan SPGK Colegio Maliana yang menjadi kepala sekolah baik di Timor leste maupun Timor Barat. Di Timor Leste masih tatap berdiri lembaga pendidikan Colegio, bagaimana jika dipikirkan bersama agar para Alumni di Timor Barat bisa kembali mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang berbasis cara menddidik seperti di Colegio Maliana tempo dulu.

Baca Juga :  Perpustakaan Daerah Perkenalkan Aplikasi Digital Ke Kampus STISIP Fajar Timur Atambua

“Saya menantang kita semua yang hadir disini untuk mencoba menghadirkan sistim pendidikan seperti Colegio Maliana dengan mengadopsi cara mendidik dari para misionaris Serikat Sabda Allah atau SVD. Sehingga dari rahim SVD kita lahir dan dibentuk menjadi manusia yang berkarakter akan kembali bangkit di tapal batas RI-RDTL ini” pinta pelindung Ikatan Alumni Colegia Maliana ini.

“Kita harus membangun Sumber daya manusia dari dua wilayah di kawasan perbatasan ini sehingga bisa terbentuk manusia dengan potensi yang tinggi atau mahal harganya karena dibentuk secara baik dan benar sehingga kelak bisa menjadi tenaga kerja yang handal dan siap dipakai kapan dan dimanapun”, pungkasnya. (Hsb/Nus Feka).

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here