Pelayanan Masyarakat di Desa Gambuhan Masih Tersendat Usai Libur Panjang

0
724

PEMALANG JATENG- Zonadinamika.com. Masa libur lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1437 H telah usai,akan tetapi masih saja ada instansi seperti yang terjadi di kelurahan Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari dan Desa Banjar Anyar Kecamatan Randudongkal yang telah masuk pada hari kerja aktif setelah libur panjang,kantor balai desa terlihat masih lengang.

Di dalam ruang kerja balai desa,terlihat hanya Irhamudin sebagai Lebe Desa.Dirinya pun,memberikan penjelasan,bahwa kepala desa tidak ada di tempat,mungkin belum berangkat.”Pak kades belum berangkat ke kantor,silahkan di tunggu saja”.Jawabnya,menjelaskan serta meyakinkan.

Saat itu,waktu menunjukkan pukul 10.00 wib,akan tetapi ruang kantor balai desa terlihat kosong.Sempat,Zona Dinamika menghubungi Slamet Rahardi selaku kepala desa melalui ponselnya.”Maaf mas,saya sedang di perjalanan keluar kota,arah ke Jawa Barat,mendadak ada urusan penting keluarga”.Jawab sang kades,melalui ponselnya.

Sungguh sangat ironis,beruntung saat itu hanya ada satu warga yang kebetulan hendak mengambil KTP dan KK yang sudah 1 bulan lebih dan baru saja jadi.Yang lebih mengherankan lagi,kemana para perangkat desa yang lainnya.Padahal awak media ketika itu sempat menunggu kepala desa dan perangkat lainnya,ditemani Irhamudin berbincang hingga 30 menit,namun tidak satupun yang muncul.

Pantas saja,banyak keluhan pelayanan di pelosok desa,yang sangat berbelit-belit dan terkesan di ulur-ulur waktunya.Dan juga alasan jarak yang jauh untuk menuju pusat pemerintahan di kota,yang dalam hal ini dimanfaatkan oleh para oknum pelayan masyarakat untuk melakukan pungli (pungutan liar) dengan alasan untuk uang transpot.

Lain halnya dengan situasi dan kondisi di Desa Banjar Anyar,ruang kepala Desa masih terlihat di gembok kuat-kuat.”Pak Kades sedang kumpulan ada rapat di kecamatan,begitu juga pak sekdes”.Ungkap salah satu perangkat desa yang ketika itu terlihat sedang sibuk menata barang.

Inilah seninya pelayan masyarakat di tingkat desa,yang masing-masing individu sepertinya memiliki kesibukan dan kegiatan sampingan.Belum lagi,kesibukan kepala desa dengan sekretaris desa yang terlihat saling bersaing,sehingga melupakan dan mengesampingkan tugas mereka sebagai pelayan masyarakat.(SatriyoAdie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini