Kapuas Adakan Pemilihan Duta Baca

0
606

KUALA KAPUAS – Zonadinamika.com, Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (KPAD) Kabupaten Kapuas selenggarakan Pemilihan Duta Baca Tingkat Kabupaten Kapuas Tahun 2016. Berbagai rangkaian pemilihan yang dimulai sejak pendaftaran (13-18 Juli), technical meeting (24/6) serta pembekalan (25-26/) telah dilalui oleh 40 finalis duta baca.

“Terdaftar dan telah mengikuti rangkaian seleksi tahap awal sebanyak 9 pelajar tingkat SMP/MTs dan 31 pelajar SMA/SMK/MA. Mereka mengikuti technical meeting selama sehari dan pembekalan dua hari tentang pengembangan perpustakaan dari KPAD.

Sedangkan BNK Kabupaten Kapuas memberi materi bahaya penyalahgunaan narkoba, Sri Candra SPd bertindak sebagai pemateri pernikahan usia dini, dan Erliansyah uraikan tntang pengembangan kepribadian dan kebudayaan dan Dr Suwarno Muriyat MPd kemukakan materi keterampilan sebagai publik speaking dan penyusunan karya ilmiah. Melalui kegiatan ini, diharapkan minat baca baik dalam kalangan pelajar, mahasiswa maupun seluruh lapisan masyarakat semakin meningkat” terang Kepala KPAD Dra Hj Noorapiati MPd akhir pekan lalu.

Ketua Panitia Pelaksana Erliansyah disela-sela kegiatan yang dipusatkan di KPAD Kabupaten Kapuas menambahkan bahwa seluruh finalis duta baca harus berusia 13 – 20 tahun. Mereka telah menyerahkan karya tulis ilmiah dan melakukan presentase dihadapan Tim Juri (11/7) mendatang. “Seluruh finalis juga akan melakukan sosialisasi tentang pentingnya membaca ke sekolah/madrasah. Mereka juga akan diuji dalam unjuk bakat (22/7) serta puncaknya pada malam penobatan Duta Baca Perpustakaan 2016 (23/7) malam.

Sementara itu Suwarno Muriyat dihadapan para finalis duta baca yang bertindak selaku narasumber sekaligus Tim Juri dengan gamblang mengetengahkan berbagai kiat sebagai publik speaking dan menulis karya ilmiah. Salahsatu tugas dari Finalis Duta Baca adalah mempromosikan tentang pentingnya membaca, diperlukan kemampuan berkomunikasi yang efektif kepada pendengar/audiensi.

Baca Juga :  SMPN 4 Randudongkal Bertekad Ingin Jadi Yang Terbaik

“Mengenali audience, bertanya dengan tepat, kontak pandangan, memikat perhatian pendengar. Perlu juga menulis topik pembicaraan sebagai intisari materi, kemukakan manfaat kegiatan serta dengan senang kita menyampaikan informasi itu” papar Kabag Humaspro Setda Kapuas.

Penyandang gelar Doktor Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Malang ini juga memberi tips menghasilkan karya ilmiah. Menurutnya karya ilmiah itu harus asli bukan jiplakan, tidak mengada-ada, benar keilmuannya serta konsisten sesuai keahliannya.

“Mulailah menulis dengan memilih topik, menentukan judul, membuat outline berupa bentuk dan jenis karangan serta metode penulisan. Langkah berikutnya adalah mengumpulkan data melalui wawancara, library research dan observasi, mengorganisir bahan tulisan sehingga menjadi wacana serta editing” papar Suwarno.

Pria yang juga Dosen STAI Kuala Kapuas ini ungkapkan sedikitnya lima langkah agar karya ilmiah mampu menggugah yakni rajin latihan menulis dengan mensinergikan antara otak kanan dengan otak kiri, menguasai permasalahan yang akan dituliskan dari ujung kanan ke ujung kiri, bahan tulisan telah disampaikan dalam forum diskusi guna mendengarkan kritik dan saran sehingga semakin mengakrabi tulisan dan bahkan telah menjadi perhatian utamanya, memperkaya diri dengan membaca buku yang sangat beragam serta sering mengoreksi tulisan untuk memahami.
“Semakin sering kita menulis, semakin sering pula kita memikirkan tulisannya maka akan semakin bagus pula karyanya serta produktif menghasilkan karya tulis yang mampu menggugah” Pungkas Suwarno. (angga)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here