Pekerjaan Amburadul, Rumah Warga Rusak Akibat Backhoe

0
609

SURABAYA, Zonadinamika.com. Proyek pasangan saluran beton sepanjang jalan Gebang Lor di Tahun 2016 dengan nilai kontrak Rp. 5.199.862.274,00 yang bersumber dari APBD Kota Surabaya, dikerjakan oleh kontraktor PT. BUKIDDALAM BARISANI. Langkah kerja pada proyek tersebut, sebenarnya dari setiap tahap pekerjaan masih terjadi penyimpangan struktur fisik maupun penyimpangan dari mutu dan gambar besaran teknis (Bestek) yang telah ditentukan.

Pada pemasangan beton selalu tidak rapat, terdapat rongga jarak sekitar 5 sampai 10 centimeter dibeberapa pemasangannya. Dari pantauan ZD dilapangan, pekerjaan yang dikerjakan kontraktor tersebut pembongkaran dan penggalian tanah dengan alat berat / backhoe, pemasangan besi penahan (tidak permanen) hanya sebagian, tanah yang berlumpur tidak dikeringkan dan tidak diberi urugan pasir padat.

Kemudian dipasangkannya terucuk bambu, pengecoran lantai kerja menggunakan molen manual tidak memperbandingkan spesi dan ketebalan yang disyaratkan dan melaksanakan tanpa memperhatikan elevasi dan kerataan permukaannya (tanpa dimonitor team surveyor) dengan keadaan saluran yang tergenang air. Setelah itu pemasangan UGUTTER tanpa benangan as maupun benangan sisi (benang acuan) sehingga pasangan UGUTTER tidak rapat. Serta pengurukan tanah kembali pemadatan tidak dikerjakan dengan stamper.

Dampak dari proyek Saluran Type A yang dikerjakan PT. BUKIDDALAM BARISANI, rumah warga setempat menjadi retak dan hancur yang disebabkan dari pembongkaran dan penggalian tanah dengan alat berat. Salah satunya rumah milik Nur Farida (60), pondasi bagian depan teras rumah hancur. Rumah yang benomor 94 ini juga di huni mahasiswa. “sini mas, lihat rumah saya, pagar yang dibongkar (pindah posisi, red) ini berdiri diikat. Nanti kalau ada anak kos keluar-masuk lewat mana, kan gak ada jarak untuk keluar-masuk”, keluhnya.

Lanjutnya, yang biasa disapa Ida mengatakan apalagi dengan pondasinya hancur. “saya tidak minta ganti rugi, saya hanya ingin dperbaiki aja”, Ikhlas wanita kelahiran purwosari, pasuruan.

Baca Juga :  Jalan Penghubung Dua Kecamatan Penuh Gubangan Lumpur

Warga lain masih dalam satu wilayah, menyambar mengatakan pondasinya hancur yang disebabkan beckhoe. “karena plat yang dibongkar menyambung dengan sloof, maka pondasinya ikut tertarik”, katanya yang enggan menyebutkan nama.

Saat pelaksana kontraktor PT. BUKIDDALAM BARISANI dikonfirmasi, yuli menjelaskan kalau untuk akses jalan akan dibanahi. “kalau untuk pondasi teras rumah, saya belum koordinasi dengan pemkot. Kan yang saya kerjakan sesuai pekerjaan”, elaknya.

Untuk memastikan keluhan warga terlaksana, ZD kembali memantau ke lokasi. Ternyata yuli, pelaksana PT. BUKIDDALAM BARISANI yang mengerjakan pekerjaan saluran di Gebang Lor, tidak menepati janji. Keadaan rumah ida untuk akses jalan masih seperti yang dikeluhkan.

Tak hanya itu, ZD melihat ada warga setempat yang bekerja mengurug tanah kembali. ZD pun mengkonfirmasi warga tersebut. Kenapa Bapak sendiri yang mengerjakan? Dimana pekerjanya? Jawabnya saya dibantu dengan pegawai, agar pekerjaan saluran ini cepat selesai supaya pelanggan saya datang kembali.

Pekerjanya kan malam kerjanya. “soal dimarahi, biar saja. Malah aku bilang “ndang mari, cok” (cepat selesai, kawan, red)”, ujar Budi (32), pemilik usaha foto copy sambil tertawa, kemarin, siang (27/05).

Ia pun menambahkan, tidak ada untuk sosialisai pemberitahuan ke warga. “hanya orang-orang tertentu yang diundang. Anehnya, kenapa warga lain tempat diundang”, sesalnya. (dms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here