Waspadai Anak Dari Budaya Barat.

0
511

LAMPUNG- Zonadinamika.com, Tarian Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki berbagai tarian khasnya sendiri. Di Indonesia terdapat lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Tradisi kuno tarian dan drama dilestarikan di berbagai sanggar dan sekolah seni tari yang dilindungi oleh pihak keraton atau akademi seni yang dijalankan pemerintah.

Untuk keperluan penggolongan, seni tari di Indonesia dapat digolongkan ke dalam berbagai kategori. Dalam kategori sejarah, seni tari Indonesia dapat dibagi ke dalam tiga era yaitu era kesukuan prasejarah,Era Hindu-Buddha, dan era Islam.

Berdasarkan pelindung dan pendukungnya, dapat terbagi dalam dua kelompok yaitu, tari keraton (tari istana) yang didukung kaum bangsawan, dan tari rakyat yang tumbuh dari rakyat kebanyakan. Berdasarkan tradisinya, tarian Indonesia dibagi dalam dua kelompok yaitu tari tradisional dan tari kontemporer.

Dalam mengupayakan pelestarian produk kesenian daerah lampung yang saat ini tampak semakin tidak mudah dilakukan mengingat berbagai aspek kehidupan yang berkembang di masyarakat yang telah semakin kuat menggerogoti daya tahan kesenian daerah Lampung khususnya, SDN 1 sukaratu menyelenggarakan pelestarian tari tradisional dengan membuka kegiatan ekstara kulikuler seni tari di sekolah khusnya siswa – siswi yang ada di SDN 1 sukartu.

Dekiyansyah atau sapaan akrapnya bg Deki mengatakan Pada satu sisi, kita memang nyaris tidak bisa membendung pengaruh budaya pop, hiphop yang tumbuh dan berkembang seiring dengan proses globalisasi. Tetapi pada sisi lain, adalah kewajiban kita bersama untuk berpikir dan bertindak kreatif, agar produk budaya seperti kesenian daerah lampung khusnya tidak tenggelam diera globalisasi ini.

Lanjutnya” Jadi sesungguhnya usaha untuk melestarikan produk-produk kesenian tradisional memerlukan dukungan dari semua pihak, terutama dari mereka yang memiliki rasa keprihatinan yang sama bahwa suatu saat kesenian tradisional, khususnya seni tari, akan tersisih dari gerak kehidupan masyarakat sehari-hari.

Baca Juga :  FKMKD Se-Jayapur Menggelar Evaluasi Dana Akhir Study Tahun 2015.

Untuk itu, ia berharap kepada segenap peserta didik di SDN 1 sukaratu dapat terus melakukan berbagai upaya pelestarian kesenian tradisonal khususnya seni tari asli lampung tutupnya. Maya eka putri menjelakan yang juga sebagai pelatih tari di SDN 1 sukaratu, Tidak kalah penting adalah berusaha mencari dukungan masyarakat yang peduli terhadap pelestarian kesenian tradisional sehingga apresiasi masyarakat terhadap kesenian tradisonal khususnya seni tari dapat meningkat, untuk itu kami selalu melaksanakan kegitan atau melatih tari sembah , tari bedana budaya asli lampung ini.

Rutin satu minggu sekali yaitu setiap hari jumat setelah anak – anak melaksanakan senam rutin setiap hari jumatnya, Kegitan tari ini kami laksanakan bersama anak- anak mulai dari kelas 2 sampai kelas 5. Selanjutnya masyarakat juga diharapkan ikut aktif dalam upaya mempertahankan eksistensi produk kesenian daerah lampung ini. Dalam hal itu masyarakat harus mempelajari cara-cara kesenian tersebut diwariskan dan dipelajari oleh anak-anak dan generasi muda.

Terpisah kepala sekolah SDN 1 Sukaratu Drs. Amril, M. Noor. Bahkan Pria yang terkenal lemah lembutnya itu mengatakan Dalam melatih Murid-murid ini, tidak sedikitpun mengalami kesulitan,

“Untuk saat tidak ada kesulitan sedikitpun bahkan murid-murid kita sendiri yang menawarkan diri untuk latihan. terkadang semangat dari murid membuat kami para guru merasa kewalahan, karena semangat anak-anak didik kita. Sepertinya saya beruntung memiliki murid yang memiliki semangat belajar “ungkap Amril diruang kerjanya”.

Sambungnya Sekali waktu, mereka tampil di acara-acara didesa. “Misalnya acara penyambutan tamu-tamu didesa,”. Komitmen kami mengembangkan melestarikan seni tari tradisi asli lampung ini,” ujar Amril yang juga ketua gugus coklat kecamatan kalianda ini. (ang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here