PN Atambua Tanggapi Berita Miring Oknum YM.

0
752

ATAMBUA, NTT- Zonadinamika.com, Pengadilan Negeri Kelas 1 B Atambua akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan miring yang dibuat oleh Oknum YM, yang dengan sengaja membuat polemik ditengah perkara yang mereka tangani saat ini.

Robert, SH, M.Hum selaku Ketua Pengadilan Negeri Klas I B Atambua mengatakan sangat menyayangkan adanya pemberitaan miring yang ditulis pada media gagasannasional.com oleh oknum YM dan seolah-olah menganggap hukum telah di cederai, parahnya lagi berita yang dibuatnya itu tanpa melalui konfirmasi yang jelas dengan pihak Pengadilan dan dianggap mengarang cerita dengan tujuan menyerang hakim dan jaksa.

“Berita yang dibuat itu kurang etis, sebab tidak konfirmasi dengan pihak pengadilan atau hakim yang menangani perkara ini,” Kata Robert, Senin, (11/04/2016).

Robert Juga menjelaskan bahwa pihaknya secara hukum hanya menjalankan tugas sesuai prosedur dan aturan yang berlaku dan tidak pernah menciderai hukum seperti yang diberitakan oleh oknum YM.

“belum pernah ada wartawan yang datang konfirmasi mengenai persoalan ini dan persidangan sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa ada rekayasa atau apa pun bentuknya sesuai dengan penulisan wartawan di media Gagasan nasional Bahwa pengadilan negeri atambua telah menciderai proses hukum, itu sangat tidak benar,” Jelas Ketua Pengadilan.

Pengadilan Negeri Atambua meminta agar oknum yang menulis berita tersebut segera memberikan klarifikasi dan mempertanggunjawabkan apa yang ia tulis.
“Pemberitaan ini sangat tidak benar adanya, apa yang keliru dan apa yang salah, kami hanya menegakkan hukum dan keadilan sesuai dengan perbuatan yang telah di lakukan, bukan menambah kurang hukumnya, semua sudah jelas sesuai ketentuan aturan hukum,” Tandasnya.

Sisi lain dari pemberitaan tersebut bahwa semua tuntutan yang diberikan Jaksa atas perkasa tersebut tidak mendasar pada hukum dan menyudutkan soal hukum yang tidak wajar kepada seorang lansia, tetapi sesuai hukum yang berlaku dalam hal ini yang di bilang lansia selagi dia bersalah dan melakukan tindakan pidana,
maka tetap akan diproses, sebab pihak PN Atambua hanya melakukan penegakan hukum dan bukan tidakan mafia hukum terhadap siapapun.
“Siapapun orangnya, kalau dimata hukum melakukan kejahatan dan kesalahan, pasti mendapat ganjarannya,” Sebut Ketua PN.

Baca Juga :  Pesawat Kapolda Papua Ditembak saat Landing

Sebelumnya, Senin, 11 April 2016, Majelis Hakim Telah memutuskan menolak Eksepsi Penasehat Hukum dari keempat terdakwa masing-masing; Robertus Lesu (70), Yuliana Moy (66), Ana Lan Moy (70), dan Alexius Yulius Radius Fahik (32), menurut jaksa, bahwa sidang akan dilanjutkan pada senin 18 April 2015 dengan Agenda mendengarkan keterangan Saksi. (Nus F.).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here