Oknum LSM di Ciduk Polisi Karena di Duga Peras 3 Kades dan Camat Purwasari

0
855

KARAWANG –Zonadinamika.com. Dana desa yang besarnya ratusan juta rupiah ternyata membuat banyak orang gelap mata. Beragam cara mereka lakukan, agar bisa menikmati uang yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi.

Di Kecamatan Purwasari misalnya, ada dua orang yang mengaku sebagai tim monitoring dari pemerintah pusat, mendatangi para kepala desa hingga camat. Berbekal surat tugas dari KOMITE EKSEKUTIF ALIANSI INDONESIA BADAN PENELITIAN ASET NEGARA yang diragukan keasliannya, mereka berani meminta sejumlah uang kepada para kades. Sial bagi mereka, aksi penipuan itu terungkap setelah petugas Kecamatan Purwasari melaporkan hal itu ke Polsek Purwasari.

Kades Sukasari Aan mengatakan, dirinya didatangi oleh dua orang yang mengaku sebagai petugas monitoring. Awalnya mereka hanya menanyakan seputar dana desa, namun ujungnya malah meminta sejumlah uang untuk biaya transportasi. “Awalnya saya kasih Rp 200 ribu, tapi mereka minta untuk petugas tingkat daerah Rp 200 ribu dan bagian pusat Rp 400 ribu,” ungkapnya melalui sambungan telepon, Rabu (6/4).

Ia melanjutkan, aksi pemerasan itu akhirnya terbongkar setelah pihak kecamatan melaporkannya ke Polsek Purwasari. Kabarnya mereka juga melakukan hal serupa di desa lain. “Pemerasan terjadi di Desa Sukasari, SDN Sukasari I, Desa Karangsari dan Kecamatan Purwasari. Mereka ditangkap di Desa Cengkong,” pungkasnya.

Sedangkan Camat Purwasari Ratu Chasanah tidak terlalu banyak berkomentar terkait kasus tersebut. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian. “Iya memang sudah dilaporkan, tapi untuk lebih detailnya silahkan langsung saja ke Polsek Purwasari,” ucapnya.

Sementara itu, petugas Polsek Purwasari Aipda Didin membenarkan pihaknya sudah menangkap dua orang yang melakukan pemerasan di sejumlah desa di Purwasari. Kedua orang itu dijerat pasal 378 dan pasal 368 tentang penipuan dan pemerasan dengan hukuman penjara maksimal 4 tahun. “Kedua orang pelaku bernama Tohong Panggabaan (53) dan Masrizal (56). Ketika selesai diperiksa di Polsek Purwasari, keduanya diserahkan ke Polres Karawang,” katanya.

Baca Juga :  Satreskrim Polres Blora dan Perhutani Amankan Puluhan Batang Kayu Jati

Kedua penipu yang diketahui berasal dari Bekasi dan Jakarta Timur ini, kata Didin, pertama kali datang ke Desa Sukasari menggunakan mobil Avanza putih silver B-1905-KZK. Mereka mengaku sebagai Komite Eksekutif Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara, untuk menanyai seputar dana desa. Namun, setelah puas menanyai dana tersebut, mereka justru meminta sejumlah uang kepada Kades Sukasari.

Hal serupa juga dilakukannya ke Desa Karangsari, Camat Purwasari, SDN Sukasari I dan Desa Cengkong. “Kades Sukasari memberi Rp 600 ribu, Kades Karangsari Rp 200 ribu, Camat Purwasari Rp 100 ribu. Jika ditotal dengan pemerasan terhadap SDN 1 Sukasari sekitar Rp 1 juta,” ungkap Didin.

Setelah adanya laporan dari petugas Kecamatan Purwasari, akhirnya anggota kepolisian begerak mencari para pelaku. “Kami menerima laporan hari Selasa. Setelah diselidiki, akhirnya kedua pelaku berhasil ditangkap di Cengkong,” ujarnya. (zd/raka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here