Puluhan Massa Yang Tergabung Dalam LP2N Dan FPK Melakukan Demo Di Polres, Kantor Bupati dan Kejaksaan

0
443

TOUNA, Zonadinamika.Com – Fron Pemuda Kepulauan (FPK) dan Lembaga Pemuda Peduli Narkoba (LP2N) pada hari Rabu (6/4/2016) sekitar pukul 11.00 wita, turun ke jalan melakukan aksi demo di Ampana Kota, ibu Kota Kabupaten Tojo Una Una (Touna).

Tujuan dari aksi demo FPK dan LP2N itu, menuntut dan menolak keberadaan TNKT yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat, khususnya masyarakat wilayah Kepulauan Togean, tempat TNKT berada.

Menurut para pedemo, TNKT adalah sebuah program nasional yang ditunggangi oleh kepentingan internasional, yang tidak memperdulikan kepentingan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

“Undang-Undang demi undang-undang telah ditertibkan oleh negera tanpa memihak pada masyarakat yang memiliki pendapatan rata-rata dibawah Rp. 700.000 perbulan,” kata Safrin Longku, Korlap, saat menyampaikan orasinya depan kantor Bupati Touna.

Seharusnya, tambah Mawan, salah satu pemuda asal Kepulauan dalam orasinya, yang dilakukan pemerintah dalam hal ini adalah mendongkrak perkembangan dan kemajuan perkebunan dan pertanian serta memacu gairah nelayan dalam kemandirian masyarakat setempat, bukan membawa Taman Nasional yang menghentikan laju pertumbuhan sektor-sektor ekonomi yang dimaksud.

“Ekowisata bukan pilihan terbaik untuk peningkatan ekonomi dan sosial masyarakat, karena struktur masyarakat Togean adalah perkebunan atau petani dan nelayan,” katanya.

“Maka dari itu, kami selaku masyarakat Kepulauan menolak dengan tegas keberadaan TNKT di wilayah Kepulauan. Karena kami menilai akan memberikan dampak buruk kepada seluruh masyarakat yang ada di kepulauan khususnya masyarakat petani dan nelayan,” tambahnya.

Keberadaan TNKT, ungkap Mawan, telah banyak membatasi atau tidak membolehkan para nelayan melakukan pemancingan dan perkebunan yang berlebihan di area kawasan TNKT, yang seharusnya wilayah masyarakat sendiri.
Wakil Bupati Touna, Admin Lasimpala, S.IP, mendengar adanya aksi demo itu, turun langsung dari kantornya untuk menerima para pedemo, sekaligus juga menjawab setiap tuntutan yang disampaikan oleh para pendemo, yang nota bene mereka para pemuda asal Kabupaten Touna.

Baca Juga :  Nelayan Kurang Mampu Dikuala Krueng Thoe Terima Bantuan Sampan Bermotor

Menjawab beberapa tuntutan para pendemo terkait TNKT, wakil Bupati Touna yang baru dilantik bersama Bupati Mad Lahay dua bulan lalu itu, dirinya dengan tegas mengatakan sebagai orang pertama yang akan menolak TNKT apabila tidak ada manfaatnya bagi masyarakat kepulauan.

“Saya orang pertama yang akan menolak TNKT jika mudhoratnya tidak lebih besar, akan tetapi saya pula orang pertama akan menerima TNKT jika manfaatnya lebih besar bagi masyarakat kepulauan. Bagaimanapun, saya juga orang asli dari kepulauan, yang selalu memperhatikan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” kata wabup yang disambut sorak-sorak pendemo dan para penonton demo.

Sebelumnya, para pendemo melakukan aksi orasi mulai dari depan kantor BNNK Touna, Polres Touna, yang berakhir di kantor kejaksaan negeri Ampana, terkait dengan maraknya keberadaan dan peradaran Narkoba di wilayah Kabupaten Touna.

Di Polres Touna, para pedemo meminta pihak polres untuk menindak tegas kelima oknum personilnya yang terbukti mengkonsumsi narkoba jenis sabu dari hasil test urine yang dilakukan Polres Touna bekerjasama dengan BNNK Touna beberapa waktu lalu.

“Bicara soal narkoba bukan hal yang aneh lagi di tengah-tengah masyarakat, bukan hanya masyarakat bawah tetapi para pejabat dan penegak hukum juga terlibat kasus narkoba. Terbukti beberapa waktu lalu salah satu oknum anggota DPRD Touna ditangkap atas barang haram tersebut,” kata Uci, ketua LP2N Touna.

Kemudian, tambah Uci, para penegak hukum juga telah terlibat dalam penyalahgunaan dari barang haram tersebut, terbukti dengan adanya lima oknum polres Touna dinyata positif sebagai penguna dari barang perusak manusia itu.

“Lima oknum anggota Polres Touna berpangkat brigadir positif menggunakan narkoba jenis sabu. Mau jadi apa daerah ini kalau para wakil rakyat, pejabat dan penegak hukum juga terlibat kasus narkoba,” teriaknya.

Baca Juga :  Pengawai, TNI/POLRI Pemkab Deiyai Apel Gabungan Perdana di Depan Kantor Bupati.

“Olehnya itu, kami dari LP2N mengutuk keras yang terlibat kasus narkoba. Tangkap dan adili para penguna narkoba di daerah ini, guna menciptakan Tojo Una Una yang bersih dari barang haram tersebut,” tegasnya.

Aksi para pendemo di Polres Touna diterima oleh Wakil Kapolres Touna, Kompol Hidayat, SH, S.IK, didampingi Kompol Feky, Kabag OPS Polres Touna dan sejumlah perwira jajaran Polres Touna, yang mengatakan, kelima oknum personil Polres Touna yang terduga positif mengunakan narkoba saat ini telah menjalani proses berdasarkan aturan hukum Kepolisian.

“Bagi anggota yang terlibat narkoba, maka akan ditindak tegas bahkan lebih berat. Namun ada proses tahapan yang harus dilalui. Bagi anggota yang terlibat pasti akan terkena tindakan disiplin, kemudian disidang, dan melalui proses internal. Kita juga punya aturan-aturan yang harus diikuti bagi kelima anggota ini,” katanya.

Kelima anggota itu, kata Kompol Hidayat lagi, diperiksa oleh peminal kepolisian untuk menyelesaikan proses kasus yang dialami oleh kelima anggota oknum personil Polres Touna itu, apabila terbukti bersalah akan diproses berdasarkan aturan hukum yang berlaku.

Aksi para pendemo sendiri, mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian Polres Touna dan pihak keamanan lainnya, baik dari awal orasi para maupun sampai berakhirnya aksi para pendemo yang berjalan tertib dan aman.(Yahya).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here