PSK Di Kampung Jati Rawan Terjangkit HIV AIDS

0
2305

ATAMBUA, NTT- Zonadinamika.com, Kecamatan Atambua Barat mendapat peringkat tertinggi di Kabupaten Belu dalam kasus HIV AIDS yakni sebanyak 126 Kasus di Tahun 2016. Satu hal yang menjadi penyebab yakni tersebarnya tempat-tempat transaksi seks, salah satunya yakni kampung jati,” Kata Salah Satu Pendamping ODHA (Orang Dengan HIV AIDS). Kamis (28/4/16) saat sosialisasi bersama wakil Bupati Belu.

Menurut pendamping ODHA, Di Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu khususnya
Pekerja Seks Komersial (PSK) di Lingkungan Kampung Jati dengan jumlah sekitar 30 orang wanita ini sangat rentan terhadap penularan HIV AIDS.

Pendamping ODHA yang selama ini mengamati Lokasi Kampung jati menjelaskan bahwa tarif transaksi Seks dilokasi ini yakni dari 20 ribu hingga 30 ribu rupiah, dan apabila pelanggan membayar lebih, maka mereka akan mendapat ekstra satu kali dan tidak menggunakan kondom.

“Katanya lebih nikmat kalau tanpa kondom, perilaku ini dapat menyebabkan mereka mudah tertular baik dari PSKnya sendiri maupun yang dibawa dari pelanggan,” Jelas.Dia.

Untuk PSK sendiri, memang mereka diwajibkan untuk memakai kondom tetapi dalam kenyataan mereka sering berhubungan dengan tidak memakai kondom, sebab mereka dibayar lebih oleh pelanggan sebab harga standar untuk transaksi seks berkisar 20 ribu hingga 30 ribu.

“Kalau mereka bayar 250. Ribu pelanggan meminta untuk tidak memakai kondom,” Kata Salah satu Pendamping Odha dari KPA Belu. (Nus Feka).

PSK yang berada di Kampung Jati merupakan warga lokal dari beberapa tempat di Kabupaten Belu yakni dari Berkase, Tabean dan ada pula dari luar NTT yaitu Pulau Jawa.

Dari Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Belu berharap agar masyarakat dapat menjaga perilaku seks bebas dan lebih utama lagi bagi kaum pria untuk setia pada pasangan sendiri. (Nus Feka).

Baca Juga :  Jalan Desa Pasir Limus di Cor, dan di Optimalkan Menjadi 300 Meter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here