Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004,Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan,Definisi

0
922

KAPUAS,Zonadinamika.com. Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Kabupaten Kapuas yang mengudara pada frekuensi 91,4 FM di Jalan DI Panjaitan Nomor 31B Kuala Kapuas, menyiarkan program terbarunya tentang keamanan pangan oleh Amor Patria, S Hut. MP dari badan pelaksanaan penyuluhan dan ketahanan pangan Kabupaten Kapuas (06/04) pagi.

Narasumber mengatakan Definisi pangan (UU RI No.18 Tahun 2012 tentang pangan) yaitu “segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun yang tidak diolah yang diperuntukan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tabahan Pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyimpanan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman”.

Keamanan Pangan yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi(UU RI No.18 Tahun 2012 tentang Pangan),Selain itu pangan harus layak dikonsumsi adalah Pangan yang tidak busuk, tidak menjijikkan, dan bermutu baik
Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004,Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan,Definisi: Kondisi dan uoaya yang diperlukan mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia.

Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik adalah cara produksi yang memperhatikan aspek keamanan pangan antara lain dengan cara:
Pertama, Mencegah tercemarnya pangan olahan oleh cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu dan membahayakan kesehatan,
Kedua, Mematikan atau mencegah hidupnya jasad renik patogen serta mengurangi jasad renik lainnya,

Ketiga, Mengendalikan prosesnantara lain pemilihan bahan baku, penggunaan bahan tambahan pangan, pengolahan, pengemasan, penyimpanan atau pengangkutan.
Bahan Tambahan Pangan meliputi pertama Setiap orang yang memproduksi untuk diedarkan dilarang menggunakan bahan apapun sebagai tambahan pangan yang dinyatakan dilarang, kedua Setiap orang yang memproduksi pangan dengan menggunakan bahan tambahan pangan untuk diedarkan wajib menggunakan bahan tambahan pangan yang diizinkan, ketiga Bahan tambahan pangan yang belum diketahui dampaknya bagi kesehatan wajib terlebih dahulu diperiksa keamanannya dan diedarkan setelah mendapat persetujuan Kepala Badan.

Baca Juga :  Dokter Spesialis Kelamin dan Kulit Siap Melayani Masyarakat Lampura

Persyaratan Label Pangan Olahan adalah Keterangan dan atau pernyataan tentang pangan olahan dalam label harus benar dan tidak menyesatkan baik mengenai tulian, gambar atau bentuk apapun lainnya dan Label memuat tulisan yang jelas, dapat mudah dibaca, tidak berdesak-desakan.

Label Pangan Olahan yaitu; Nama pangan olahan, Berat bersih atau isi bersih; Nama dan alamat pihak yang memproduksi atau memasukan pangan ke dalam wilayah indonesia, Daftar bahan yang digunakan, Nomor pendaftaran pangan, Keterangan kadaluarsa, dan Kode produksi.

Masalah Utama Keamanan Pangan yaitu: Penggunaan pemanis dan pengawet yang melebihi takaran, Penggunaan bahan kimia yang dilarang pada pangan, seperti boraks, formalin, dan pewarna rhodamin B serta methanil yellow, Keracunan setelah mengkonsumsi pangan, Kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan dalam memasak makanan, Masalah pangan disekitar kita. (Angga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here