DPR RI dan Balai POM NTT Minta Masyarakat Awasi Peredaran Obat dan Makanan di Perbatasan RI-RDTL

0
532

Atambua, NTT- Zonadinamika.com,Keterbatasan Tenaga Pengawas Obat dan Makanan di Kabupaten Belu dan Malaka menggugah keterlibatan masyarakat untuk ikut serta mengawasi peredaran pangan, obat dan makanan dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat guna mewujudkan makanan yang aman berkhasiat dan bermutu untuk di konsumsi.

Dalam masa resesnya anggota Komisi IX DPR RI dr. Charles G. MESANG berkunjung ke Kabupaten Belu untuk mengatasi berbagai permasalahan khusus di daerah perbatasan yang rawan terhadap peredaran ilegal pangan, obat dan makanan yang masuk lewat pintu perbatasan RI-RDTL.

Charles mengatakan, dengan keterbatasan tenaga POM yang membawahi 2 Kabupaten yakni Belu dan Malaka pihaknya berusaha agar dana dari APBN bisa disisihkan untuk membiayai balai POM untuk transportasi dan akomadasi para kader-kader POM di dua kabupaten untuk secara bersama dengan masyarakat mengawasi peredaran makanan yang ilegal atau sudah kedaluarsa.

“Kami dari DPR RI berusahan agar dana APBN bisa disisihkan untuk pembiayaan balai POM agar melancarkan kegiatan mereka dalam memberi sosialisasi kepada masyarakat agar bisa menghindari dari produk atau hal-hal yang tidak diinginkan akibat peredaran ilegal ini,” Kata Charles, Sabtu (02/4/16).

Anggota DPR RI itu juga menghimbau agar masyarakat dapat lebih proaktif dana jeli dalam memilah barang-barang akan pangan yang baik untuk dikonsumsi, apalagi Kabupaten Belu dan Malaka adalah daerah perbatasan yang saat ini marak dengan peredaran makanan tidak layak atau tidak terdaftar melalui izin remi dari badan POM.

Kepala Badan POM Nusa Tenggara Timur Ibu Ruth Laiskodat menuturkan bahwa saat ini banyak beredar kosmetik, minuman dan bahan pewarna yang mengandung merkuri, formalin yang sangat berbahaya apabila dikonsumsi oleh manusia.

Menurutnya bahwa bahan-bahan tersebut dapat mempengaruhi kerusakan organ-organ tubuh dan bisa menyebabkan berbagai penyakit jangka panjang seperti kanker, iritasi kulit, diare, serta penyakit yang dapat menyebabkan cacat bagi yang mengonsumsi produk ilegal tersebut.

Baca Juga :  Polsek Medan Baru Tangkap Pelaku Penculikan Warga Polonia

Bupati Belu, Wilibrodus Lay juga mengatakan bahwa masyarakat harus secara sadar membantu tugas-tugas Balai POM Belu untuk secara bersama bisa mengawasi perdaran bahan-bahan berbahaya agar tidak berkembang lebih luas lagi di Kabupaten Belu.

“Saya berharap masyarakat bisa menjaga dan membantu tugas balai POM, Bukan sebagai penyuplai barang ilegal tersebut, contohnya adalah Sagiko, ini adalah minuman yang tidak punya ijin edar di Belu” Ungkapnya. (Yulianus Feka).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here