Sok Kebal Hukum, Politisi Golkar Akan di Jemput Paksa Oleh KPK.

0
655

Jakarta –Zonadinamika.com. Dianggap sok kebal hukum, setelah di panggil oleh penyidik KPK Budi Supriyanto anggota Komisi V dari Fraksi Golkar Budi Supriyanto masih tetap mangkir terkait dengan kasus suap proyek ijon infrastruktur di Kementerian Pekerjaan Rumah dan Perumahan Rakyat (PUPR). Budi dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada Senin (14/3) pekan depan.

“Penyidik telah melayangkan surat panggilan kedua untuk tersangka BSU untuk dipanggil pada hari Senin, 14 Maret 2016,” kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (11/3/2016).

Priharsa menegaskan apabila Budi kembali mangkir, maka KPK berwenang untuk melakukan upaya penjemputan paksa. Pada pemeriksaan perdana pada Kamis (10/3) Budi memang mangkir dari panggilan KPK.

“Jika tidak hadir pada kesempatan tersebut, penyidik dapat melakukan perintah membawa kepada yang bersangkutan,” kata Priharsa.

Budi sebelumnya mengirimkan surat keterangan sakit sehingga tidak bisa menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka di KPK pada Kamis (10/3). Namun saat dikroscek penyidik KPK, ternyata tidak ada diagnosa sakit yang diberikan atas nama Budi Supriyanto.

Penyidik KPK kemudian melakukan konfirmasi ke rumah sakit yang tertera dalam surat yang diberikan Budi melalui pengacaranya tersebut. Namun ternyata pihak rumah sakit tidak menyatakan Budi dalam keadaan sakit.

Budi ditetapkan sebagai tersangka sejak Rabu (2/3). Budi diduga menerima hadiah atau janji dari Abdul Khoir, yang telah ditetapkan sebagai tersangka sebelumnya. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Budi sempat mengembalikan SGD 305 ribu terkait kasus suap pembahasan proyek infrastruktur di Ambon.

Sementara untuk kasus suap sebelumnya, KPK telah menetapkan Damayanti Wisnu Putranti, Julia Prasetyarini, Dessy A Edwin dan Abdul Khoir sebagai tersangka kasus penyuapan pemulusan proyek di Kementerian PUPR. Damayanti disangka telah menerima suap senilai SGD 404 ribu. (an/zd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini