Siswi Posting Foto di atas Ranjang Hotel Bersama Pacar Gegerkan Media Sosial

0
5778

Karawang, Zonadinamika.com. Dibuatnya jadi konsumsi masyarakat pengguna media social, Foto mesra ABG sedang asik pelukan yang diduga usai mesum memposting di akun Facebook Ina Si Nononk , postingannya berupa foto yang mengumbar kemesraan di atas ranjang.

Dari profil fotonya, Si Nononk terlihat baru kelas 1 SMP atau mungkin malah masih duduk di bangku SD. Si Nononk dalam beberapa fotonya yang diunggah ke Facebook memang terlihat mengenakan seragam SD. Dalam profilnya pula, anak baru gede ini mengaku berasal dari Cilamaya, Karawang.

Yang membuat Facebooker geger, postingan terakhirnya tanggal 1 Maret 2016, yakni fotonya di atas tempat tidur bersama anak laki-laki yang umurnya tak jauh beda. Keduanya terlihat hanya mengenakan selimut yang menutup bagian dada ke bawah. Dalam postingan itu Si Nononk menyertai fotonya dengan sebuah catatan. “With s sayonk”.

Ada juga posting foto lainnya. Bocah bau kencur ini juga terlihat dengan anak laki-laki yang sama. Si laki-laki ABG terlihat mengenakan batik. Ada tulisan PRADA di baju si ABG cowok. Ada sebuah catatan menyertai foto itu. “Kehujanan bareung c sayonk. D kos’t an,” tulisnya.

Tentu saja Facebooker gempar. Banyak yang kaget, tapi tak sedikit yang mengeluarkan cacian. “Ini nih yang bakalan ngerusak Indonesia di hari depan,” kata seorang netizen, Aditya mengomentari akun tersebut.

Akun Ina Si Nononk yang mengaku berasal dari Cilamaya Wetan ini mengklarifikasi, jika foto mesranya di atas kasur sambil selimutan karena kedinginan setelah kehujanan.
“Da aing mah teu kukumaha. Cuma tos kahujanan (saya tidak berbuat apa-apa. Hanya kehujanan),” timpal Ina sambil menyebut lokasi pengambilan foto tersebut di salah satu hotel di Ciater, Kabupaten Subang.

Akun lainnya Muhammad Jeaki mengomentari foto tersebut dengan tulisan “inilah kebodohan manusia, membanggakan perjinahan,” tulisnya.

Baca Juga :  Special Pembobol Rumah Di Ringkus

Ratusan komentar lain juga sempat ditulis oleh para netizen. Umumnya mereka mengaku kecewa karena foto tidak pantas tersebut diposting ke media sosial, terlebih pelakunya merupakan anak-anak yang diduga masih duduk di bangku SMP. Dari ratusan komentar tersebut, ada yang mengaku mengenali kedua anak tersebut.

Ada yang mengatakan mereka sekolah di SMPN 1 Cilamaya Wetan, SMPN 2 Cilamaya Kulon, dan sebagian akun menyebut-nyebut mereka sekolah di SMPN 1 Banyusari. Namun, akun Ina Si Nonong sejak Kamis (3/3) petang sudah tidak bisa dibuka lagi. Diduga pemilik akun sudah menghapusnya, karena merasa menjadi bahan perbincangan masyarakat Karawang.

Sementara itu, Wakasek SMPN 1 Cilamaya Wetan Chatim Sumpena membantah foto ABG mesum di hotel tersebut merupakan peserta didiknya. Kabar itu sudah diterimanya sejak Rabu (2/3) lalu. Jika ada yang kenal, Chatim mendesak agar ABG tersebut ditangkap, karena sudah mencoreng nama baik beberapa sekolah.

Disinggung teman-temannya yang juga disebut berasal dari SMPN 1 Cilamaya Wetan, Catim kembali menegaskan bahwa tidak ada foto siswinya yang difoto mesum bersama oknum pelajar lain. Bahkan untuk memastikannya, pihaknya menyisir semua kelas. Hasilnya memang tidak ada. “Kalaupun ada oknum tersebut benar dari SMPN 1 Cilamaya Wetan, sudah dari kemarin kami panggil orangtuanya,” ungkapnya.

Kepala SMPN 2 Cilamaya Kulon Ida dan Kepala SMPN 1 Banyusari H Tri Winarna SPd juga enggan menanggapi persoalan itu saat dihubungi via handphone.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang Asep Supriatna SE juga mengaku kaget dengan kabar tersebut. Dia baru mengetahui kasus ini sedang ramai setelah dikonfirmasi Radar Karawang. “Siap nuhun infona, cuma saya tidak bisa lihat di FB,” tutur Asep.

Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kabupaten Karawang Nandang Mulyana sangat menyayangkan adanya prilaku pelajar yang sudah mulai luntur moralnya. Apalagi sampai memposting foto mesum. “Ini sangat disayangkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dua Nahkoda Pemerintahan ,BP Batam Di Apresiasi Pejabat Terbersih Dari Korupsi

Nandang meminta kepada orangtua dan guru untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap anak dan pelajarnya. Karena waktu luang anak lebih banyak di lingkungan keluarga. “Kita kan tidak mungkin sebanyak 75 ribu siswa kita awasi semua. Makanya butuh sinergitas antara orangtua, guru dan kita untuk melakukan pengawasan,” tegasnya.

Untuk memastikan dan mengetahui secara gamblang, rencananya Nandang akan melakukan kroscek ke sekolah-sekolah yang disebutkan di medsos. “Saya besok (hari ini) akan kroscek, saya langsung cari tahu,” tandasnya. (tim zd/raka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here