Kepala SMA N 1 ULU MORO’O Korupsi Dana BOS?

0
1023

Nias Barat, Zonadinamika.com. Kepala SMA Negeri I Ulu Moro’o Kabupaten Nias Barat Provinsi Sumatera Utara berinisial TG diduga kuat mainkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahap I Bulan Desember 2015 Sebesar Rp. 30.000.000 (Tiga puluh juta rupiah) yang dibayarkan langsung melalui rekening sekolah, dimana hingga saat ini belum direalisasikan dan dipertanggungjawabkan sesuai dengan Juklat Juknis Dana BOS.

Menurut informasi dari sumber terpercaya yang tidak mau disebutkan namanya kepada MR.Com mengatakan bahwa Dana BOS tersebut sepenuhnya barada di tangan Kepala Sekolah, padahal kalau berbicara secara administratif yang lebih berwenang untuk itu adalah bendahara sekolah.

Akibat dari ulah Kapala Sekolah tersebut beberapa kegiatan prioritas sekolah menjadi terbengkalai dan proses pencairan dana BOS tahap berikutnya menjadi terhambat.

Lebih jauh sumber itu menambahkan, beberapa Dewan Guru meminta agar Kepala Sekolah yang bersangkutan dicopot dari jabatannya dan mempertanggungjawabkan dana yang disembunyikannya itu,” ujar sumber tersebut mengakhiri.

Berdasarkan laporan tersebut MR.Com mencoba meminta konfirmasi terkait dugaan penyelewengan Dana BOS tersebut kepada kepala sekolah yang berinisial TG, dan ia (TG) mengakui bahwa ia (TG) telah mencairkan dana tersebut di Bank.

“iya… Saya sendiri yang mengambil uang itu di Bank dan semua sudah selesai, kami telah LPJ kan dana Bos tersebut.
Ketika MR.Com menjelaskan bahwa bukti yang telah dipegang oleh MR.Com sangat berbeda dengan pernyataan tersebut dan MR.Com menanyakan apakah keterangan tersebut dapat dipertanggung jawabkan?

Aneh bin ajaib Sang kepsek (TG) tersebut mengkambing hitamkan pegawainya.
“SPJ (Surat Pertanggung Jawaban) nya belum kita serahkan pak, karna Operator kita disekolah dalam keadaan sibuk”, jelas TG dengan suara gemetar.

Memang kalau bicara masalah Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), tak sedikit oknum kepala sekolah iman nya tergoyangkan melihat banyaknya lembaran uang berwarna merah tersebut, sehingga berdampak pada siswa yang ingin menuntut ilmu menjadi terlantar dalam menikmati fasilitas sekolah yang diprogramkan pemerintah pusat.

Baca Juga :  Nagari Sandi Ulakan Jadi lokasi Program Peningkatan Kualitas Perumahan dan Pemukiman Kumuh di Padang Pariaman.

Semoga Program-program pemerintah yang bertujuan baik ini tidak dijadikan ladang keuntungan pribadi oleh pihak-pihak tertentu.
(Alvyn Hulu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here