PT.Radi Logam Indonesia Telantarkan Nasib Karyawan.

0
2379

Karawang, Zonadinamika.com.Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa PT.Radi Logam hingga dua bulan belum membayarkan gaji karyawan serta dugaan adanya indikasi penggelapan dana BPJS, Tri Rahayu yang di sebut—sebut sebagai personalia terkesan cuek atas derita dan nasib para karyawan.

Bahkan terkesan kebal hukum dan mengatakan bahwa pemberitaan di media massa tidak berpengaruh baginya.
Sebelumya redaksi tiba-tiba mendapatkan sebuah sms dari no 085771630977 yang mengaku sebagai suami Tri Rahayu, dengan terkesan nada ancaman dan sok kebal hukum, oknum yang tidak jelas identitasnya tersebut menyatakan.

”Saya suami bu Tri Radi Logam,tolong jangan gannggu istri saya ,klo ada urusan sama Radi Logam langsung aja ke orang pusat, saya putra daerah, LSM sama media aja yang di kawasan kujang ga macam—macam , ga ada pengaruhnya kamu ngejar-ngejar istri saya.

Jangan sekali kali lagi sms istri saya, management Radi Logam lagi mengusahkan PHK sama pensangon buat beberapa karyawan.

Ketua Karawang Taruna Cikampek, Jayadi mengaku sangat prihatin atas tindakan pihak perusahaan yang tegah dan tidak manusiawi, yang menganggap para karyawan PT.Radi Logam sebagai perbudakan demi kejayaan para managemen perusahaan.

Seraya mendukung para karyawan untuk melakukan tindakan hukum terhadap managemen perusahaan, karena indikasi atas tindakan perusahaan sudah termasuk kategori pidana yaitu penggelapan.

Dan berharap pihak pemerintah harus pekah dalam permasalahan ini, selain penyelamatan akan keselamatan banyak jiwa antara karyawan dan para keluarga karyawan, dengan keterlambatan dalam membayar upah, dan seharusnya pihak pemerintah memberikan sanksi pada pihak perusahaan sesuai dengan perundang-undangan, tegas Jayadi.

“Saat ini pihak managemen sedang meeting dan ibu Tri memaksa para karyawan untuk bekerja sehubungan akan kedatangan tamu” kata Jayadi. Seraya mempertanyakan,kenapa di saat kedatangan tamu, para karyawan di paksa harus bekerja? Ini mencurigakan ada apa dengan ibu Tri Rahayu? Tanya Jay.

Baca Juga :  Kadis Capil Padang Pariaman,Diduga Biarkan Anak Buah Gelar Pungli

Sementara itu, Kadisnakertrans Kabupaten Karawang, ketika di konfirmasi Zonadinamika.com Jumat 4/3 di ruang kerjanya mengaku sudah mendengar berita tersebut, dan menyarankan pada para karyawan agar segerah membuat pengaduan pada dinas.

“Saya harap para karyawan segerah membuat laporan ke dinas untuk di tindakajuti, dan hal ini tidak bisa di lama-lamain karena menyangkut hak buruh dan para keluarga” tegas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Karawang, H. Ahmad Suroto,SE.

Para karyawan menuding pihak PT Radi Logam Indonesia di Kawasan Industri Kujang Cikampek, Kabupaten Karawang, telah meremehkan Undang-undang ketenagakerjaan tentang PP No 78 Tahun 2015 tentang pengupahan.

Berbagai cara di lakukan para karyawan agar pihak managemen melek, diantaranya membuat selebaran tentang sanksi dari PP No 78 tahun 2015, namun tidak di gubris.

Adapun alasan pihak managemen tidak membayarkan upah mereka adalah dengan alasan perusahaan sedang mengalami krisis uang.
Ironisnya, Selain tidak dibayarkanya para gaji karyawan, para karyawanpun memuding, bahwa pihak managemen PT.Radi Logam Indonesia telah melakukan tindak pidana dengan dugaan penggelapan dana BPJS.

Oleh karena pihaknya atau para karyawan akan berupaya melaporkan pada pihak berwajib terkait dugaan penggelapan BPJS ini.
“Kami tidak mau tinggal diam, kami selama bekerja di Radi Logam tergolong menderita, bahkan mendapatkan air minumpun selama ini kami sangat kesulitan dalam pabrik” terang salah seoarang karyawan.

Seraya menambahkan, dugaan tidak setornya dana BPJS, hal itu terungkap di saat salah seorang karyawan mengalami kecelakaan, tiba-tiba saat pembayaran, kartu BPJS tidak berlaku, dengan alasan karena pihak perusahaan tidak menyetorkan, terus di kemanakan dana BPJS yang selama ini di potong dari gaji kami? Tanyanya dengan nada kesal.

Baca Juga :  Praktek Korupsi dan Pungli di Dunia Pendidikan Batam Tumbuh Subur

Bahkan pemotongan BPJS kesehatan pun terus dilakukan oleh perusahaan , tapi tidak di setorkan oleh pihak management hingga saat ini.seraya berharap agar pihak pemerintah bertindak tegas pada keperusahaan tersebut. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here