Oknum Kepsek SMK Hantam Siswa Dengan Sepatu Safeti

0
1215

Karawang,Zonadinamika.com. Oknum kepala sekolah (Kepsek) di salah satu SMK Swasta di Karawang Jawa Barat di duga melakukan tindak kekerasan terhadap 8 orang siswa yang masih duduk di bangku kelas tiga, kejadianya pada 19 Januari 2016.

Kejadian yang menimpa ke 8 siswa tersebut di terjadi di lapangan sekolah yang di saksikan sejumlah guru dan siswa.

Kepsek dengan ganasnya bertindak tidak mendidik tersebut,mengakibatkan ke 8 siswa bulan-bulanan dan dipermalukan di depan sejumlah siswa dan guru.

Selain di gebuk dengan sepatu safeti milik kepsek juga siswa mendapat perlakuan tidak baik seperti membotaki siswa tersebut.

Sejumlah siswa yang mendapat tidak menyenangkan dari kepsek tersebut ikwal kejadian yang di alami mereka,”Ketika ke 8 siswa telat masuk sekolah, melihat gerbang sekolah sudah tertutup, bermasuk ingin mengikuti mata pelajaran, siswa ambil jalan pintas dengan menaiki pagar sekolah, alhasil siswa berhasil masuk dalam kelas, ternyata jalan pintas tersebut tercium oleh kepsek.

Kepala sekolah akhirnya mengumpulkan ke delapan siswa tersebut di lapangan dan menanya satu persatu kenapa memanjat pagar untuk masuk ke sekolah. Para siswa tidak berani menjawab karena merasa ketakutan.

Spontan Kepsek yang sepertinya sudah di rasukin setan tersebut, langsung ambil langka pintas dengan membuka sepatu yang sedang di pakai lalu menghantam wajah dan leher para siswa tersebut.

Ada mengalami perlakukan kekerasan hingga 10 kali pukulan, hingga sempat mengalami ganguan pendengaran. Siswa tersebutpun sempat mengeluh kepada kepsek atas sakit di alami pada pendengarnya, namun kepsek tidak mengubris keluhan siswa tersebut dengan menjawab “ Masa Cuma di pukul segitu jadi tidak bisa mendengar” Jawab kepsek dengan nada enteng yang di tirukan siswa pada wartawan Zona Dinamika.com.

Baca Juga :  Hebat....! Proyek USB Dinas Pendidikan Labuhanbatu Di Soal.

Kepsek berinisial NO ketika di konfirmasi atas insiden tersebut mengkui namun tidak separah apa yang di ceritakan para siswa.

“Saat itu lagi Trek Out (TO), para siswa tersebut telat masuk, dan berusaha masuk sekolah dengan memanjat pagar, ketika saya tanya mereka tidak semua yang mengaku, ada yang tiga orang yang mengaku, saya bilang, bila kalian jujur maka kalian tidak akan di apa-apakan” kata NO.

Seraya menampik apa yang di lakukan pada siswa tidaklah merupakan kekerasan dan menangkis atas tudukan bahwa dirinya memukul siswa bukanlah dengan memakai sepatu safeti, “bukan dengan sepetu safeti, itu bohong” aku NO membelah diri.

Sejumlah pejabat di lingkungan dinas pendidikan memberikan tanggapan beragam atas dugaan penganiayaan pada siswa, selain kepsek di duga melanggar UU perlindungan anak pasal 80 no 23 tahun 2012, dan seharusnya Kepsek tersebut menyerahkan kasus tersebut pada guru pembimbing bukan malah main hantam kromo.Orang tua siswa di sarankan ada baiknya buat laporan polisi untuk membuat efek jerah pada oknum Kepsek tersebut. Bersambung (budi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here