Kepsek SMAN-4 Batam , Merengek “Mau Penjarakanaku”, Jaksa Dalami Dugaan Penyimpangan

0
714

Batam, Zonadinamika.com. Terkait tindakan Kepsek SMAN 4 Batam yang mengalokasikan anggaran dalam pembangunan dua ruang kelas dari DAK 2015, yang di tenggarai kuat telah melanggar ketentuan, dan di sinyalir ada praktek korupsi dalam pengalokasian dana tersebut.

Selain adanya dugaan rekayasa terhadap pemenang tender yang semakin jelas, sebab, anggaran yang menelan Rp.472.000.000 juta tersebut, harus melalui proses tender, namun faktanya dilapangan, anggaran belum cair, kegiatan pembangunan gedung kelas tersebut sudah di laksanakan dengan menggunakan uang pribadi kespek.

Dra.Hj.Tapi Winanti Kepsek SMAN-4 Tiban kepada awak media ini pada saat dikomfirmasi terkait pembangunan penambahan dua ruang kelas. “ untuk apa papan proyek dipasang, dananya kan belum cair dari Dinas Pendidikan, memang saya sudah tanda tangani MoU bahwa Sekolah ini akan mendapatkan DAK, tapi belum tau kapan cairnya.

Jadi saya mengambil inisiatif, mendahulukan pembangunan pake uang pribadi saya (sertifikasi) sejak dari tahun 2009 Rp 70.000.000,Tapi Winanti menyimpulkan bahwa biaya pembangunan 2(dua) gedung tersebut menelan anggaran mencapai Rp.472.000.000.

Apasalah saya mendahulukan uang saya ? anak saya tiga,semuanya sudah jadi dokter, saya Kepala sekolah, dan suami saya pejabat di Pemko Batam,jadi ngak mungkin saya korupsi, dari pada uang saya di Bank ngak salah dong saya menalanggi pembangunan tersebut. Ujar Tapi Winanti berdalih sambil menyombongkan diri.

Dra Tapi Winanti Kepsek SMAN-4 Tiban tiba-tiba menelpon awak media ini tanggal 25/01 jam 10:00,Kepsek tersebut merasa dirinya sedang terancam pidana terkait masalah pembangunan penambahan dua ruang kelas anggaran DAK Tahun 2015.

“ Posisi lagi dimana pak,saya Bu Tapi Kepsek SMAN-4,Trimakasih ya atas pemberitaanya untuk memenjarakan saya,bapak ko kejam sekali sama saya,beritanya sudah saya copy sebelum saya deleted, sekali lagi trimakasih ya pak, ujar Tapi sambil mematikan ponsel miliknya”.

Baca Juga :  Diduga Taman Tematik Dijadikan “OBJEK” Kuras APBD.

Andri Kasi Intel kejaksaan kota Batam menjelaskan kepada awak media, nggotanya sedang bekerja mengumpulkan data-data terkait dana pembangunan penambahan dua ruang kelas di SMAN-4, pihaknya sedang memproses dan pelajari kasusnya apabila terbukti bersalah seperti pemberitaan ZonaDinamika ini, Maka akan kita serahkan ketipikor. JelasAndri Kasi Intel Kejaksaansaat dikomfirmasi.

Muslim Bidin Kadis Dinas pendidikan memilih bungkam saat dikomfirmasi awak media ini,berulang kali awak media ini kedinas pendidikan dengan tujuan komfirmasi ke Kadis,tapi sangat disayangkan,Kadis tidak pernah berhasil ditemuin,dan stafnya mengatakan Kadis lagi dikeluar,diduga kuat,kadis sudah mendoktrin stafnya agar berbohong soal keberadaan sang Kadisdik.

surat komfirmasi tertulis sebanyak dua kali yang ditujukan kepada Muslim Bidin Kadis dinas pendidikan juga tidak merespon, (NGN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here