Dana Jasa Yankes di Tilap Kadinkes Nias Barat disinyalir Terlibat

0
669

Nias Barat.Zonadinamika.com.Saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya memaksimalkan terjamin pelayanan kesehatan kepada masyarakat, salah satunya melalui program BPJS. Program BPJS ini tidak hanya diberikan kepada masyarakat sebagai penerima manfaat, akan tetapi juga dapat dirasakan oleh pihak-pihak yang turut memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan keahliannya.

Apakah itu dokter, bidan ataupun perawat. Tentu semua ini memiliki tujuan, yakni demi tercapainya pelayanan yang diberikan oleh para tenaga medis kepada masyarakat dengan maksimal. BPJS ini disambut baik oleh seluruh element masyarakat, termasuk tenaga medis, karena nantinya baik itu masyarakat akan mendapatkan pelayanan gratis, demikian juga para tenaga medis akan mendapatkan kapitasi untuk pembayaran jasa pelayanan kesehatan dan pembayaran dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan.

Berbeda dengan yang terjadi di Kabupaten Nias Barat. Beberapa bulan yang lalu di tahun 2015 sempat digegerkan atas adanya isu ditengah-tengah masyarakat khususnya ditengah-tengah kalangan tenaga medis di ruang lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Barat, tentu kita penasaran, isu apakah gerangan, ternyata adanya pemotongan terhadap dana kapitasi untuk pembayaran jasa pelayanan kesehatan dan pembayaran dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan.
Kemudian tim mencoba menelusuri kebenaran rumor yang sedang hangat beredar.

Akhirnya sekitar bulan 12/2015 yang baru saja kita lewati tim, berdasarkan hasil investigasi dilapangan tim telah mengumpulkan sejumlah bukti terkait isu tersebut, rupanya isu yang selama ini beredar ditengah masyarakat bukan hanya isapan jempol belaka. Dari pemantauan dilapangan adanya sejulah pemotongan dana dana kapitasi untuk pembayaran jasa pelayanan kesehatan dan pembayaran dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan Tahun 2014 yang melebihi dari ketentuan yang telah ditetapkan.

Seperti yang tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Nias Barat Nomor 440-203 Tahun 2014 tentang Penetapan Besaran Alokasi dana kapitasi untuk pembayaran jasa pelayanan kesehatan dan pembayaran dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan Tahun Anggaran 2014, memutuskan 1. Alokasi dana Kapitasi untuk pembayaran Jasa Pelayanan Kesehatan pada Puskesmas di Kabupaten Nias Barat sebesar 90 % dari jumlah total dana kapitasi, selanjutnya 2.

Baca Juga :  Bak Linta Darat, Swamitra Sedot Darah Nasabah Perlahan Namun Pasti

Alokasi Dana Kapitasi untuk pembayaran Dukungan Biaya Operasional Pelayanan Kesehatan pada Puskesmas di Kabupaten Nias Barat Tahun Anggaran 2014, ditetapkan 10 % dari jumlah total Dana Kapitasi,dengan rincian alokasi penggunaan sebagai berikut adalah untuk obat, alkes, dan bahan medias habis pakai sebesar 2 % dari julah Dana Kapitasi dan kemudian untuk Kegiatan Operasional Pelayanan Kesehatan lainnya sebesar 8 % dari jumlah total Dana Kapitasi.

Akan tetapi hal ini justru dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu, dengan melakukan pemotongan sebesar 25 % dari jumlah total Dana Kapitasi. Hal ini diperkirakan terjadi dibeberapa layanan kesehatan yang ada di Nias barat dalam hal ini Puskesmas. Sehingga akibat pemotongan tersebut memberikan dampak yang tidak baik dalam tercapainya pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Hal ini tumbuh subur, walaupun terdapat keluhan disana-sini oleh sejumlah tenaga medis, namun mereka tidak mampu untuk berbuat banyak sekalipun hak-hak mereka dipeleroti oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Lebih jauh lagi tim mencoba melakukan investigasi dibeberapa Puskesmas yang ada di Nias Barat. Pada saat tim hampir saja putus asa, karena begitu sulitnya mendapatkan informasi dari pihak-pihak yang merasa dirugikan dan pihak-pihak terkait, dimana terkesan mereka ketakutan dan seperti berada dalam sebuah tekanan, jika hal ini diungkapkan maka tidak menutup kemungkinan dapat mengancan karier mereka. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang bidan yang tidak mau disebutkan namanya yang bertugas disalah satu puskesmas di Kabupaten Nias Barat.

Mendapatkan informasi tersebut tim yang semula sudah mulai surut semangatnya kembali bersemangat menelusurinya, kalau ada pepatah mengatakan ”bagaimanapun bangkai busuk disimpan pasti tercium juga”. Akhirnya setelah melalui perjuangan yang panjang tim mendapatkan informasi dari salah seorang oknum pimpinan puskesmas yang ada di Nias Barat, hal ini diakui olehnya akan adanya pemotongan tersebut, dan meminta kepada tim untuk merahasiakan identitasnya.

Baca Juga :  Benarkah, Bansos Covid-19, Dimark-up ?

Kepada tim oknum tersebut mengakui akan adanya pemotongan tersebut melebihi dari ketentuan yang telah ditetapkan, hal ini dilakukan atas instruksi dari Kepala Dinas Kesehatan an. Rahmati Daeli, SKM, sehingga pemotongan tersebut dilakukan yang seharusnya 10 % menjadi 25% , artinya 15 % telah melebihi dari ketentuan yang ada.

Sewaktu dipertanyakan dikemanakan pemotongan yang 15 % itu, kemudian dijawab olehnya dilaporkan kepada Bapak Kepala Dinas, dan ini telah kami laporkan berikut dana yang dipotong tersebut jelas oknum kepada tim, ditambahkan olehnya dengan wajah sedikit kecewa dan menyesal mengatakan kami terpaksa melakukan ini pak, apalah kami ini sebagai bawahan, sekarang kami tidak tahu apa yang mesti kami perbuat, ungkapnya kepada tim.

Tidak hanya sampai disitu, oknum lebih jauh mengatakan jika Pak Kadis sepertinya tidak mau tahu dan lepas tangan. Sementara ini tadinya atas perintahnya. Beranjak dari situ kemudian tim mencoba menelusuri lebih jauh, akhirnya dokumen terkait pemasalahan ini atas adanya pemotongan tersebut didapatkan oleh tim, selanjutnya tim mencoba mengkonfirmasi kepada Kadis Kesehatan Nias Barat melalui seluler atas adanya informasi tersebut, namun tidak diangkat selulernya oleh Kepala Dinas walaupun sudah tersambung.

Hingga berita ini diturunkan masih belum ada pernyataan resmi dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Barat. Benarkah Kepala Dinas Kesehatan Nias Barat terlibat dalam pemotongan dana tersebut.

Kemudian tim awak media mencoba mengkonfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan, Jum’at (08/01/2016) sekira pukul 12.00 wib, saat awak media mempertanyakan atas adanya pernyataan yang disampaikan salah satu oknum yang tidak mau identitasnya, yang mengatakan bahwa pemotongan tersebut dilaksanakan atas instruksi dari Kepala Dinas Kesehatan an.

Rahmati Daeli, SKM, menjawab hal tersebut kepada media Kepala dinas Kesehatan Nias Barat mengatakan bahwa hal itu sama sekali tidak benar. Nah….tentu hal tersebut adalah hak dari yang bersangkutan untuk membantahnya, tetapi ada pepatah mengatakan ”tidak akan ada asap kalau tidak ada api, dan tidak akan bergoyang daun kalau tidak ada angin”. Sekali lagi hanyalah Kepala Dinas dan juga Tuhan Maha Pencipta yang tahu, ada apa dibalik ini semua, siapa yang jujur dan siapa yang berbohong. (RT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here