Kasat Reskrim Polres Nias Pasang Badan, Tidak Serahkan TSK Pada Kejaksaan

0
933

Gunun Sitoli, Zonadinamika.com.Kasus “secara bersama-sama melakukan kekerasan fisik terhadap orang lain atau penganiayaan”, tepatnya Desa Lolomoyo Tuhemberua Kec. Gunungsitoli Barat Kota Gunungsitoli tepatnya didepan rumah duka ama Yanti Zebua pada hari Jum’at (13/02/2015) pukul 21.30 wib, yang dilakukan oleh Medianus Zebua alias ama Niko dkk, yang langsung dilaporkan sendiri oleh korban an. Lida’aro Zebua alias ama Krisman, sesuai dengan STPLP Nomor : STPLP/ 57/ II/ 2015/ NS, dimana kasus tersebut telah di P-21 di Kejaksaan Negeri Gunungsitoli pada hari Kamis (16/12/2015).

Kemudian diketahui oleh kita pada hari itu juga sekira pukul 16.00 Wib Kejari Gunungsitoli melalui Kasipidumnya Rifqi Leksono, SH telah menghubungi pihak Polres Nias melalui Kasat Reskrim Polres Nias AKP. SK. Harefa, S.Pd., M. H bahwa dalam percakapan tersebut Kasipidum Kejari Gunungsitoli menyampaikan via selulernya kepada Kasat Reskrim Polres Nias jika berkas telah P-21 dan sekaligus berharap supaya tersangka dan barang bukti segera diserahkan, hal ini diungkapkan oleh bung Delisama Nduru kepada awak media via selulernya Sabtu (19/12/2015) pukul 18.00 wib.

Ditambahkan oleh bung Delisama Nduru selaku Humas DPW LSM Gempita Sumatera Utara, bahwa kasus ini terkesan sepertinya diperlambat proses penyerahan tersebut kepada Kejari Gunungsitoli, buktinya saja permintaan Kasipidum Kejari tidak digubris, sewaktu hal ini kami pertanyakan kepada Kapolres Nias AKBP. Bazatulo Zebua, SH., MH, Jum’at (18/12/2015) pukul 17.00 wib mengatakan kalau berkas tersebut belum sampai dimejanya.

Demikian juga sewaktu hal ini dipertanyakan kepada Berita Humas Polres Nias melalui media social mengatakan “ketika terjadi penangguhan, tentu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi para tersangka”, Sabtu (19/12/2015) pukul 15.44 wib. Menyikapi pernyataan dari Berita Humas Polres Nias tersebut, tentu akan menjadi pertanyaan bagi saya, kenapa status penangguhan tersebut pernah kami pertanyakan kepada Kejaksaan status mereka sebagai apa, apakah dalam berkas telah sampaikan atau dilampirkan oleh Polres Nias terkait adanya penangguhan terhadap para tersangka karena menurut info yang kami dapatkan para tsk telah ditangguhkan, dan pihak Kejaksaan melalui JPUnya mengatakan kami tidak mengetahui apakah sudah ditangguhkan atau belum karena diberkas juga tidak ada surat penangguhan ataupun penahanan.

Baca Juga :  Pedangang Hampir Tergilas Dalam Sengketa Terminal Lubuk Basung

Jika hal ini benar dalam proses kasus ini sudah terjadi “penangguhan” seperti yang disampaikan oleh Berita Humas Polres Nias di media sosial bahwa “ketika terjadi penangguhan, tentu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi para tersangka” maka saya menilai jika proses penanganan kasus ini diduga telah mengangkangi prosedur, kenapa saya mengatakan demikian, karena sepengatahuan saya jika para TSK ini belum pernah diterbitkan surat penahanan, atau jangan jangan sudah ada sekarang istilah penangguhan dapat dikeluarkan tanpa ada sebelumnya surat perintah penahanan, aneh ya…tandas bung Delisama. Lebih tegas lagi bung Delisa Nduru mengatakan jika demikian maka Kasat Reskrim Polres Nias diduga telah melanggar prosedur, dan kemudian ada apa P-21 masih belum sampai dimeja Kapolres seperti yang dituturkan oleh Pak Kapolres Nias, saya merasa Kasat reskrim terkesan pasang badan untuk sengaja mengulur-ngulur proses kasus ini diserahkan di Kejaksaan.

Kita mendesak kepada Bapak Kapolres Nias untuk segera menyerahkan para tersangka di Kejaksaan supaya segera di P-22 kasus tersebut untuk dapat segera dilakukan penuntutan dan diputuskan hukumannya dipengadilan sesuai dengan aturan yang berlaku, karena kita khawatir jika tersangka yang turut terlibat dapat melarikan diri terlebih-lebih salah satu oknumnya adalah salah seorang Pegawai Negeri Sipil an. Medianus Zebua alias ama Niko adalah merupakan Kabid Sarana dan Prasarana di Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, yang jelas telah mencoreng nama baik korps Pegawai Negeri Sipil RI atas sikap tidak terpuji melakukan kekerasan fisik terhadap orang lain ketus bung Delisama Ndruru mengakhiri.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here