JEMARI : Pelaku Politik Uang Itu Jahat ! Gulirkan Terus Gerakan Lawan Politik Uang

0
627

Jakarta,Zonadinamika.com. Selasa 10/11/2015] Jejaring Masyarakat Relawan Indonesia atau disebut JEMARI melakukan dialog dengan KPU RI, yang diwakili oleh Komisioner KPU Ferry Kurnia dan jajarannya. Dialog ini membahas persoalan makin maraknya kecurangan dan politik uang serta bagaimana mengatasinya dengan membangkitkan partisipasi masyarakat seluas-luasnya di Pilkada Serentak tahun 2015 kali ini.

Pilkada serentak yang akan digelar tanggal 09 Desember 2015 merupakan sejarah baru di Indonesia dalam berdemokrasi. Pilkada Serentak 2015 ini sekaligus merupakan ujian pertama bagi bangsa kita dalam upaya meningkatkan kwalitas berdemokrasi kita, yaitu membangun kedaulatan rakyat kita agar semakin kokoh dan bermartabat.

Pilkada Serentak selanjutnya akan dilaksanakan pada tahun 2017, kemudian tahun 2018 dan kemudian Pemilu 2019 nanti.

“ Tidak mungkin praktek politik uang mampu dituntaskan oleh Penyelenggara Pemilu saja. KPU harus kreatif dan inovatif agar partisipasi masyarakat makin lama makin membesar dari Pilkada ke Pilkada, bukan malah sebaliknya. Namun semakin maraknya Politik Uang justru menunjukkan bahwa kwalitas demokrasi kita semakin lama malah semakin memburuk. Kedaulatan rakyat kita makin melemah “, ungkap Sekretaris Umum JEMARI Nasional, Finsen Mendrofa.

Menurut Finsen, padahal dalam sistem demokrasi apapun dan dimanapun, bila kedaulatan rakyat lemah, rakyat hanya akan menjadi mangsa bagi para politisi busuk, birokrat korups, penegak hukum kejam dan aneka jenis mafia.

Pada dialog tersebut, Ketua Umum JEMARI Nasional , Sabar Mangadoe menyampaikan bahwa ternyata kepercayaan masyarakat kepada para calon kepala daerah semakin lama semakin rendah.

Hal ini mengakibatkan semakin banyaknya masyarakat yang menjadi penikmat atau pencandu politik uang, tidak peduli atau apatis terhadap kualitas calon kepala daerah serta semakin meningkatnya jumlah kaum Golput..” sungguh ini persoalan besar kita dalam berdemokrasi. Diperlukan sebuah gerakan nasional relawan independen yang besar dan berkelanjutan perangi Politik Uang“, jelas Sabar Mangadoe.

Baca Juga :  Megawati Kaget Liat Isi Mobil Wali Kota Surabaya.

Dalam dialog tersebut, JEMARI Nasional juga melaporkan kepada Komisioner KPU Ferry Kurnia bahwa sejak bulan maret 2015 yang lalu, JEMARI telah menggulirkan gerakan dimaksud dengan melakukan aksi-aksi darat di beberapa kabupaten dan kota.

Antara lain Kota Siantar, Kota Gunungsitoli, Kab. Humbalas, Kab.Karo di Propinsi Sumatera Utara serta Kab. Bekasi dan Karawang di Propinsi Jawa Barat, di Kota Batam di Propinsi KEPRI dan daerah-daerah lainnya.

“ Mulai saat ini, kita semua harus memperlakukan para Pelaku Politik Uang itu Penjahat besar, sebagai musuh bersama bagi seluruh rakyat Indonesia“,tandas Sabar Mangadoe, Menanggapi yang disampaikan oleh JEMARI, Komisioner KPU Ferry Kurnia memberikan apresiasi dan mendukung gerakan ansional relawan independen ini agar dapat terus bergulir bak efek bola salju.

“ Memang kolaborasi antara kelompok relawan independen seperti JEMARI dan kelompok lainnya dengan KPUD dan BAWASLU, PANWASLU di tiap daerah yang berpilkada haruslah terus ditingkatkan”, sambungnya.

Pada akhir dialog tersebut dihasilkan sebuah kesepakatan dan komitemen bersama untuk memerangi politik uang di Pilkada Serentak 2015 di 269 Propinsi-Kabupaten-Kota. “ Perangi Politik Uang adalah bentuk kepahlawan baru.. selamat hari Pahlawan bagi kita semua ”, tutup Ferry Kurnia. (red)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here