Hebat….! Proyek USB Dinas Pendidikan Labuhanbatu Di Soal.

0
1134

Labuhanbatu.Zonadinamika.com.Pemerintah Labuhanbatu melalui Dinas Pendidikan menyahuti program Menteri Pendidikan berkaitan dengan penyebaran pendidikan dengan membangunan sekolah-sekolah baru sampai kepelosok wilayah Kabupaten itu.

Namun sayangnya, pembangunan unit sekolah baru (USB) tersebut menjadi sorotan dan disoal elemen masyarakat. Pasalnya, pengerjaan pembangunan USB terkesan asal jadi serta kurangnya pengawasan dari instansi terkait. Seperti pembangunan USB SMA 2 Kecamatan Panai Hilir yang berlokasi di desa Sei. Pegantungan yang menghabiskan dan hampir Rp. 2 mikyar.

Menurut Sueb Lubis Akfitis Aliansi Penyelamat Indonesia {API) Labuhanbatu kepada wartawan minggu (1/11) yang mengaku melakukan infestigasi reporting kelokasi pembangunan, melihat pengerjaan USB tersebut kurang mengedepankan kwalitas. Selain, lokasi proyek pembangunan USB bekas persawahan tanahnya yang masih lembek, juga terlihat pihak kontraktor tidak mendatangkan tanah gungung untuk menimbun lokasi pembangunan.

“menimbun ruangan terlihat pekerja mengambil tanah yang ada disekitar lokasi proyek pembangunan , setelah itu tanah yang diserak dan diratakan tersebut atasnya disiram pasir, sedikitpun tidak terlihat penimbunan dasar ruangan menggunakan tanah yang keras, seperti mendatangkan tanah gunung.”sebutnya.

Dikatakan Sueb, melihat pondasi bangunan menggunakan tanah timbun yang diambil dari lokasi pembangunan yang kondisi tanahnya masih lembek, dikhawatirkan setelah selesai dikerjakan bangunan akan rusak.

“Logikanya saja, dasar benda yang jenisnya lembek bila ditimpa benda keras dan berat otomatis dasar yang lembek tadi membuat benda yang diatasnya akan terbenam. Sama halnya dengan gedung USB yang ada di Sei. Pegantungan itu, bangunan yang menggunakan jenis tanah lembek sebagai dasarnya, bangunan itu dikawatirkan mudah pecah.”ujarnya.

Berkaitan dengan penilian pengerjaan pembangunan USB SMA 2 Kecamatan Panai Hilir asal jadi juga diungkap Ketua LSM. SIKAP Labuhanbatu Fendri Nababan kepada wartawan di ajamu. DIa mengatakan, selain menggunakan tanah timbun yang kurang standart, pembuatan pondasi bangunan pekerja menggunakan kayu cerocok yang panjangnya diduga tidak sesuai standart.

Baca Juga :  Korupsi PTSA Jalupang: Sejumlah Pejabat Dinas Cipta Karya Karawang Terancam Masuk Penjarah

“Foto awal pengerjaan dan pembekoan lokasi pembangunan ada pada kita coba lihat pada foto ini paling ada 1 meter panjang cerocok yang digunakan. Instansi terkait kita pinta supaya melakukan peninjauan ulang pada proyek itu supaya pembangunan menggunakan uang pemerintah tersebut tidak sia-sia.”ucapnya sambil menunjukkan foto-foto dokumentasi hasil investigasi lembaga yang dipimpinnya dilokasi pembangunan itu.

Informasi lain di peroleh, kontraktor pengerjaan USB SMA 2 itu mempercayakan pelaksanaan pengerjaannya kepada salah seorang warga yang tinggal, disekitar lokasi proyek. Sementara, pengerjaan USB yaGg menggunakan dana APBD tahun 2015 Lauhanbatu itu menghabiskan dana Rp. 1.950.178.000 serta pemenang tendernya CV. JM. (AFH)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here