Wilfrida Soik Tenaga Kerja Asal Indonesia, Bebas dari Hukuman Mati Pengadilan Malaysia.

0
765

ATAMBUA (NTT) – Zonadinamika.com, Tenaga Kerja Indonesia Wilfrida Soik (24) yang beberapa waktu lalu sempat dihebohkan pada tahun 2010 di fonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Malaysia.

Berkat kerja keras dan usaha dari Pemerintah Indonesia Kini Ia dinyatakan Bebas dari segala Jeratan Hukuman tersebut dan bisa menghirup udara segar serta kembali ke tanah kelahirannya Desa Faturika, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Propinsi NTT.

Ketua DPRD Kabupaten Belu, Januaria Awalde Berek, Sabtu 29/08/15 kepada media mengatakan bahwa Wilfrida adalah salah seorang perempuan yang beberapa tahun lalu perekrutannya melalui jalur ilegal yang telah diperdagangkan ke Malaysia.

Lanjut Awalde, Wifrida dinyatakan telah bebas murni dari fonis dakwaan hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Malaysia, sejak tahun 2010 lalu, Ia didakwa karena telah menusuk majikannya sebanyak 42 kali dan membunuh majikan yang sudah tua di wilayah negeri jiran tersebut.

“Terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang sudah berupaya membebaskan Wilfrida dari jeratan hukuman mati dengan menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan pemerintah Malaysia,serta kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah mambantu dengan segala upaya sehingga Wilfrida dapat bebas,” Ucap Awalde.
Selain itu, informasi yang didapat bahwa Wifrida baru selesai di rawat di rumah sakit Malaysia, akibat siksaan dari majikannya, berupa kekerasan fisik dan psikologis.

“Ini merupakan hal pembelajaran bagi masyarakat agar bekerja keluar negeri harus mengantongi ijin resmi jangan melalui jalur ilegal tetapi melalui jalur legal,” Jelas Awalde Berek.

Ketua DPRD Juga berpesan bahwa kepulangan Wilfrida nanti akan di jemput oleh DPRD dan Pemerintah Kabupaten Belu.
“Dari daerah yang kita lakukan adalah penjemputan karena telah bebas murni, dan untuk fasilitasi orang tuanya yang akan menjemput kita akan usahakan biayanya,” Tandasnya. (NF).

Baca Juga :  Kisahnya Pak Harto Yang Diperas Seorang Kiai Pasca Lengser

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here