Tabrak Kepres 4 Tahun 2015, Dra.Hj.TapiWinanta Kepsek SMAN 4 Layak di Hukum

0
796

BATAM-Zonadinamika,com. Dana Alokasi Khusus (DAK) Untuk pembangunan gedung kelas SMAN 4 di gunakan dengan seenaknya oleh pihak sekolah, pasalnya, Dana tersebut belum dilakukan proses lelang dan penunjukan langsung oleh pihak pemerintah.

Namun pihak sekolah yang di komandoi oleh Dra.Hj.TapiWinanta ambil jalan pintas untuk terlebih dahulu membangun tanpa mengindahkan rambu-rambu tentang pengadaan barang dan jasa yang tertuang dalam Kepres 4 tahun 2015 Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 4 tahun 2015 Tentang Perubahan keempat atas peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah.

Dra.Hj, Tapi Winata yang agaknya berlagak bodoh dan tidak memahami tentang proses pengadaan barang jasa, merasa dalam posisi benar melakukan tindakan konyol dengan mengaku telah membangun ruang kelas dengan biaya pribadi, dengan alasan karena DAK tak kunjung cair.

Konon kabarnya besaran DAK tersebut mencapai Rp.240 juta untuk dua ruang kelas dan yang bertindak sebagai pelaksana adalah Napitupulu, artinya penentu pemenang tidak melalui proses lelang. Dengan telah munculnya pelaksana dalam pembangunan gedung tersebut, secara otomatis akan berdampak pada terjadinya praktek kolusi dan korupsi.

“Ya klo saya salah dalam pelaksanaan proyek ini, saya siap hibahkan uang saya yang sudah masuk dalam pembangunan tersebut” jawabnya pada wartawan ketika di undang ke sekolah untuk melakukan klarifikasi.

Peryataan Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 4 Tiban Kampung, Dra, Hj, Tapi Winanti kepada awak media ini bahwa pembangunan penambahan ruangan 2 kelas,dan pembangunanya sekarang masih dikerjakan oleh pihak pemborong, pembiayaan pembangunan 2 kelas yang masih dikerjakan sekarang adalah menggunakan uang pribadinya.
Kepsek yang saati itu menunjukkan gaya emosi serta tidak menunjukkan jatirinya sebagai penndidik, dengan tidak bersahabat langsung berdiri seperti menunjukkan eskpressi emosi kepada awak media ini.

Baca Juga :
Diduga Gagal Konstruksi, Jembatan Sinarjaya 2 Dibongkar

Dengan nada agak tinggi“ Untuk apa besteknya, pembangunan 2 ruang kelas tersebut pembiayaanya uang pribadi saya”, saya menggunakan uang sertifikasi untuk membiayai pembangunan tersebut.

Sebenarnya itu ada anggaran DAK Dinas pendidikan, dan kami sudah membuat perjanjian MOU ke Dinas Pendidikan kota Batam, namun tidak tahu kapan realisasinya,dari pada menunggu terlalu lama dari dinas pendidikan kota Batam, kasihan anak-anak,… saya sebagai Kepsek berinisiatif sendiri, apakah kebijakan yang saya lakukan itu salah ?kembali dirinya bertanya pada awak media ini.

Sejumlah pengamat pembangunan di Pemko Batam menilai, bahwa tindakan Kepsek tersebut, jelas-jelas melanggar peraturan pengadaan barang dan jasa, serta mendukung pihak penegak hukum layak memeriksa Hj.Tapi Winarta dan di berikan hukuman karena telah menabrak Kepres 4 tahun 2015 tersebut. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here