Pemerintah Melarang, TNI/POLRI Izinkan Berjudi DADU dan Togel Terhadap Warga

0
744

Lokasi_Dadu_PaniaiPANIAI PAPUA, Zonadinamika.com- Pemerintah Kabupaten Paniai Melarang berjualan Miras dan Berjudi Togel,DADU di Paniai, Mala TNI/POLRI membuka Bandar dadu,togel di beberapa tempat.

Berjudi Dadu dipusatkan di pinggiran Kali Enaro belakan Pasar Sentral, Jalan Ama masuk kedalam” sedangkan berjudi Togel di Pusatkan di Jalan Tengah Iyaibutu dan Jalan Masuk Ama belakan Pasar Enarotali”.

Kelompok Perjudian ini mulai buka pada pagi hari jam 08:00 sampai pada jam 18:00 sore waktu papua.

Seorang Polisi berpakaian Coklat berlogo POLDA PAPUA dilengkapi dengan alat-alat perangnya, Menjalankan penagihan kepada anak-anak terminal yang selalu bandar dadu di belakan pasar Enarotali, Polisi menagih uang sebesar 100.000 (seratus ribu rupiah) per kelompok bandar, Anggota Polri/TNI lakukan penagihan disetiap harinya.

”Kalau tidak di kasih atas tagihannya maka tidak di izinkan untuk berbandar perjudian dadu di Paniai”.

Polres Paniai dan Koramil 1705 Paniai mengizinkan untuk bermain Berjudi DADU dan TOGEL tetapi ketika ada keributan karena kurang  puas dengan pembayarangnya, maka ditangani langsung oleh pihak Kepolisian pada hal mereka sudah di Izinkan untuk bermain.

Berjudi Dadu ini bukan hanya putra daerah saja tetapi, Polisi dan Tentara juga membuka tiga tempat berbandar Perjudian DADU di belakang Pasar Sentral Kota Enarotali Paniai.

Pada saat sore mata hari mulai turun atau mulai hujang, seluruh kelompok berdadu ini mereka selalu berpindah tempat ke dalam pasar, ” Pada hal Pasar tersebut mama-mama selalu berjualan, sementara Pasar di Paniai hanya satu tempat saja untuk berjualan”.

Aktivitas Mama-mama berjualan di Pasar Enarotali selalu mengganggu, Maka berjudi Dadu ini segerah Tutup,”Kalau tidak di tutup bisa korban jiwa  karena anak-anak ini selalu ribut baku pukul antara mereka sendiri”. Ungkap mama yang sedang berjualan di Pasar saat kunjungan Wartawan Zonadinamika.Com di Paniai Papua.

Hal ini Seharusnya DPRD bertindak, menggambil keputusan secepatnya karena mereka adalah perwakilan dari masyarakat alias Wakil Rakyat.

Baca Juga :  BNN-Bareskrim Ringkus Perekayasa Kasus Bupati Bengkulu Selatan,Pelakunya Mantan Bupati dan Oknum Wartawan

”Jangan DPR uang,Tupoksi Perwakilan Rakyat adalah Melayani menyuwarakan suara Rakyat kepada Pihak yang terkaitnya”.Bebernya

Hal ini kalau dibiarkan, maka kami masih trauma dengan Peristiwa kejadian Paniai Berdarah pada tanggal 8 Desember 2014 yang menewaskan 4 Pelajar SMA dan puluhan warga luka-luka  di Paniai.Terangnya (PAY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here