Gudang Somel Di Kota Batam Di Padati Kayu Bulat Gelondongan ,Di Duga Hasil Ilegal Loging

0
1422

KAYU ARANGBATAM-Zonadinamika.com. Pengolahan kayu bulat di kota Batam menjadi pertanyaan besar,pada hal pemerintah tidak pernah menyediakan lahan/lokasi hutan industri sebagai penghasil kayu.Tetapi somel tumbuh kian pesat yang tidak di ketahui asal muasal kayu bulat tersebut bisa leluasa masuk ke setiap gudang –gudang untuk di olah dan distribusikan kepihak pengembang property perumahan.
Lalu darimanakah kayu-kayu bulat gelondongan di pasok ,benarkah para pengusaha dan pemerintah maupun penegak hukum melakukan persekong kolan memanen hasil kayu dari kawasan hutan lindung, jika tidak dari manakah kayu-kayu bulat tersebut di datangkan ?
Sementara penegasan pemerintah pelanggaran hukumnya telah di atur di dalam UU 41 Tahun 1999 Pasal 50 ayat 3 huruf (e) “setiap orang di larang menebang pohon atau memanen atau memungut hasil hutan di dalam hutan tanpa memiliki hak atau izin dari pejabat yang berwenang .serta adanya sanksi penegasan di ancam dengan pidana penjara paling lama 10 Tahun penjara dan denda paling banyak lima ratus juta rupiah.
Penegakan regulasi peraturan oleh pemerintah terkesan tidak tegas bahkan penegakan hukum untuk pemberantasan terlihat dingin sehingga membuat para pengusaha kayu illegal melenggang mulus dalam menjalankan usahanya.Sebut saja Riko,yang memiliki gudang pengolahan kayu di kampung Seroja kelurahan Sei binti kecamatan Batuaji.
Disamping diduga tidak memiliki dokumen-dokumen lengkap perizinan dalam menjalankan usaha pengolahan kayu di antaranya :HPH-IUPHK-KH surat kementerian kehutanan no.327/2009,FAKO(faktur angkutan kayu olahan) dalam proses mobilisasi kayu,izin infes masuk/datangnya kayu maupun SKHU(surat keterangan asal-usul kayu) sebagai dokumen yang semestinya harus di lengkapi.
Salah satu warga kampung Seroja saat di konfirmasi awak media ini menuturkan “Sebenarnya kami sangat terganggu oleh bisingnya suara mesin pemotong kayu kalau sedang beroperasi.Gudang tersebut berdiri persis di antara pemukiman masyarakat yang berarti sudah jelas menyalahi aturan tata ruang lingkungan pemukiman maupun lingkungan hidup,karena berdiri diantara pemukiman masyarakat dan jelas gudang itu sangat mengganggu ketenangan masyarakat.
Karena berdampak akan menimbulkan ngangguan pendengaran saat mesin beroperasi hingga menyebabkan polusi udara,juga mengganggu kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitaran akibat pencemaran udara dari serabutan sisa gergajian kayu yang berterbangan keudara di dekat lokasi gudang yang sewaktu-waktu bias dihirup oleh warga setempat.

Baca Juga :  Ben Brahim Bupati Kapuas: Mari Kita Perangi Peredaran Narkoba

Saya sebagai perwakilan warga sangat berharap kepada pemerintah maupun penegak hukum jika tidak dapat di tindak lagi gudang somel di tengah pemukiman warga,tolong di tertibkan atau di pindahkan ke daerah kawasan hutan lindung yang sangat jauh dari pemukiman ,jelasnya.
Hasil investigasi kebeberapa gudang somel di kota Batam di antaranya : Gudang kayu di dekat pelabuhan Dapur 12 Sagulung yang di sebut milik berinisial N ,Gudang kayu di Poskopkar Batu Aji yang di sebut milik berinisial A ,Gudang kayu dekat kantor camat Sagulung di sebut milik berinisial J ,Gudang kayu di belakang kantor camat sagulung yang di sebut milik berinisial NL, serta gudang kayu di daerah Bagan Seibeduk milik berisial NT ,pantauan media ini masih tetap beroperasi bahkan tumpukan kayu bulat gelondongan siap olah memadati sekitar gudang.Apakah benar kayu bulat tersebut di panen dari hasil hutan lindung/magrove ,atau di datangkan dari daerah-daerah lain di luar dari propinsi Kepri.TIM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here